Bos AirAsia: Semua Tujuan Penerbangan Masih Beroperasi, tetapi...

Kompas.com - 24/09/2020, 13:13 WIB
CEO AirAsia Group Tony Fernandes saat menghadiri perayaan 500 juta penumpang di Bangkok, Thailand, Selasa (15/5/2018). KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERACEO AirAsia Group Tony Fernandes saat menghadiri perayaan 500 juta penumpang di Bangkok, Thailand, Selasa (15/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sektor transportasi udara masih dibayang-bayangi ketidakpastian akibat pandemi Covid-19.

Munculnya kekhawatiran akan penyebaran virus, mengakibatkan potensi terjadinya perubahan model bisnis transportasi udara.

CEO AirAsia Group Tony Fernandes pun mengaku, tidak mengetahui seperti apa nantinya masa depan bisnis angkutan penumpang maupun barang dengan pesawat pasca pandemi Covid-19.

Baca juga: Pandemi Covid-19, AirAsia Pangkas Gaji 533 Karyawan

“Kita tidak ada yang tahu bagaimana kondisi pasca Covid-19,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Kamis (24/9/2020).

Kendati demikian, Fernandes memastikan, pihaknya tidak akan menutup satu pun rute penerbangan. Dengan demikian, seluruh rute penerbangan yang dilayani maskapai penerbangan murah atau low cost carrier ini akan tetap beroperasi.

Namun, intensitas penerbangan dari setiap rute mengalami penurunan, dibanding periode sebelum pandemi merebak.

“Kita akan memiliki jumlah destinasi yang sama, frekuensi mungkin akan menurun untuk beberapa waktu,” katanya.

Baca juga: Penerbangan Mulai Bergairah, AirAsia Jual 19.000 Kursi dalam Sebulan

Bahkan, maskapai asal Malaysia tersebut berencana menambah rute domestik di beberapa negara. Seperti contoh, AirAsia telah membuka dua rute domestik baru di Thailand.

“Tidak banyak maskapai membuka rute baru (dalam kondisi seperti ini),” kata Fernandes.

Menurutnya, penerbangan rute pendek atau domestik memiliki peluang untuk pulih lebih cepat ketimbang antar negara.

Hal tersebut terefleksikan dengan tingkat okupansi yang sudah mencapai batas maksimal di beberapa rute domestik Thailand dan Malaysia.

Business travel, penerbangan antar benua, first class travel, akan membutuhkan waktu lama untuk bangkit,” ucap Fernandes.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Kunci Agar Transformasi Digital di Bisnismu Berhasil

3 Kunci Agar Transformasi Digital di Bisnismu Berhasil

Smartpreneur
November, Jumlah Penumpang di 15 Bandara Kelolaan AP I Naik 29,1 Persen

November, Jumlah Penumpang di 15 Bandara Kelolaan AP I Naik 29,1 Persen

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Hitungan Baru Gaji PNS | Jelang Pilkada 2020 | Takdir Kostum Bekas Pemain

[POPULER DI KOMPASIANA] Hitungan Baru Gaji PNS | Jelang Pilkada 2020 | Takdir Kostum Bekas Pemain

Rilis
Ganti Nama Jadi Telkom Indonesia, Ini Alasan TLKM

Ganti Nama Jadi Telkom Indonesia, Ini Alasan TLKM

Whats New
Mau Berbisnis? Simak Tips Ala Bos SayurBox dan BLP Ini

Mau Berbisnis? Simak Tips Ala Bos SayurBox dan BLP Ini

Smartpreneur
Cara Mudah Memilih Reksadana untuk Pemula

Cara Mudah Memilih Reksadana untuk Pemula

Earn Smart
[POPULER MONEY] Keponakan Prabowo Tunjuk Hotman Paris soal Ekspor Benur | BCA Minta Maaf Layar ATM Bisa Ditonton

[POPULER MONEY] Keponakan Prabowo Tunjuk Hotman Paris soal Ekspor Benur | BCA Minta Maaf Layar ATM Bisa Ditonton

Whats New
Pusaran Ekspor Benur, Bantahan Hashim Djojohadikusumo hingga Respons Susi Pudjiastuti

Pusaran Ekspor Benur, Bantahan Hashim Djojohadikusumo hingga Respons Susi Pudjiastuti

Whats New
Ini 5 Keuntungan Mendirikan CV Dibandingkan PT

Ini 5 Keuntungan Mendirikan CV Dibandingkan PT

Work Smart
Turun Rp 1.000, Ini Rincian Harga Emas Antam 0,5 Gram hingga 1 Kg Terbaru

Turun Rp 1.000, Ini Rincian Harga Emas Antam 0,5 Gram hingga 1 Kg Terbaru

Whats New
Ajukan Perubahan Nama di Bursa Efek Indonesia, Ini Alasan Telkom

Ajukan Perubahan Nama di Bursa Efek Indonesia, Ini Alasan Telkom

Whats New
Luhut: Jepang Bakal Investasi Rp 57 Triliun buat Lembaga Pengelola Investasi Indonesia

Luhut: Jepang Bakal Investasi Rp 57 Triliun buat Lembaga Pengelola Investasi Indonesia

Whats New
Rincian Terbaru Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian

Rincian Terbaru Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian

Spend Smart
Hashim Soal Kasus Korupsi Benur: Partai Gerindra Tidak Suka Monopoli

Hashim Soal Kasus Korupsi Benur: Partai Gerindra Tidak Suka Monopoli

Whats New
Hentikan Ekspor Benur, Susi Pudjiastuti: Rasanya Tidak Mungkin Berhasil...

Hentikan Ekspor Benur, Susi Pudjiastuti: Rasanya Tidak Mungkin Berhasil...

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X