Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini Kesalahan yang Kerap Buat Perencanaan Keuangan Gagal Terealisasi

Kompas.com - 24/09/2020, 16:15 WIB
Yohana Artha Uly,
Yoga Sukmana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Perencanaan keuangan menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan, apalagi bagi yang sudah berkeluarga. Ini untuk memastikan perputaran uang terjaga baik antara pengeluaran dan pemasukan, juga untuk kepastian finansial di masa depan.

Sayangnya, seringkali perencanaan keuangan gagal direalisasikan. Direktur AXA Financial Indonesia Cicilia Nina Triana mengatakan, ada beberapa kesalahan yang membuat orang gagal melakukan perencanaan keuangan yang baik.

Kesalahan pertama, seringkali reasalisasi belanja tak dilakukan sesuai dengan perencanaan yang dibuat. Bahkan, seringkali orang belanja terlebih dahulu baru kemudian dicatat atau dihitung pengeluarannya.

Baca juga: Lazada: LazMall Mal Online Terbesar di Asia Tenggara

"Ini sering terjadi biasanya pada perempuan, apalagi yang berkeluarga. Biasanya berencana tapi terbalik, belanja dulu baru dia catat. Itu yang terjadi dan berdampak panjang terhadap keseluruhan keuangan keluarga tersebut," ungkap Nina dalam webinar AXA tentang perencanaan keuangan, Kamis (24/9/2020).

Kesalahan lainnya dalam perencanaan keuangan adalah telat memulai. Ini terjadi karena umumnya orang akan menunda-nunda untuk membuat perencanaan keuangan yang baik untuk jangka pendek, menengah, dan panjang.

Penundaan terus berjalan seiring dengan bertambahnya usia. Alhasil, ketika usia sudah cukup tua yang didapati adalah tidak memiliki perencanaan yang matang untuk hari tua mendatang.

"Mulainya telat, karena selalu nanti-nanti saja, sehingga tiba-tiba sudah usia 50 tahun aja, baru sadar kalau enggak punya preparing (persiapan) yang bagus untuk hari tua," ujar dia.

Baca juga: Melalui RUU Cipta Kerja, Pemerintah Jamin UMKM Bisa Dirikan PT

Di sisi lain, menunda memiliki perencanaan keuangan juga membuat kesalahan karena mengesampingkan fakta terjadinya inflasi. Peningkatan harga produk akan terus terjadi setiap tahunnya, sehingga memiliki perencanaan keuangan yang baik akan membantu mengamankan kemampuan finansial seiring dengan inflasi yang terus berjalan.

Kesalahan lain dalam memiliki perencanaan keuangan adalah seringkali takut untuk berinvestasi atau bahkan untuk memiliki asuransi. Umumnya, hanya bergantung pada tabungan biasa.

Padahal itu saja tak cukup, sebab keuntungan yang didapat tak besar dan uang dalam tabungan juga bisa habis. Tabungan tetap perlu, tapi harus diiringi dengan investasi dan asuransi untuk jaminan yang lebih pasti di masa depan, baik untuk diri sendiri maupun keluarga.

"Seringkali orang itu konservatif, takut untuk berinvestasi atau dalam asuransi," kata Nina.

Baca juga: PLN Kucurkan Stimulus Listrik Rp 1,2 Triliun Per Bulan

Oleh sebab itu, Nina menekankan, bagi mereka yang masih berusia muda, baik yang single maupun sudah berkeluarga, perlu memiliki perencanaan keuangan yang baik dan penting untuk merealisasikannya. Sehingga, di masa tua nanti sudah memiliki pegangan finansial yang kuat.

Nina bilang, kuncinya adalah disiplin dalam membelanjakan keuangan. Prinsipnya, selalu disiplin menyisihkan apa yang menjadi kebutuhan, ini mencakup juga tabungan, investasi, dan asuransi. Sebab, jika prinsipnya menyisakan dari apa yang sudah kita belanjakan, maka akan merusak keuangan seterusnya,

"Perlu untuk menyisihkan karena kita enggak hidup hanya hari ini saja, ada hari esok. Dan juga kita punya hari di mana nanti enggak bersama lagi dengan orang yang kita cintai (jadi perlu memberi jaminan finansial bagi mereka)," pungkas Nina.

Baca juga: Erick Thohir: Pemeriksaan Spesimen Covid-19 Indonesia Lampaui Standard WHO

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Anggaran Pendidikan di APBN Pertama Prabowo Capai Rp 741,7 Triliun, Ada Program Perbaikan Gizi Anak Sekolah

Anggaran Pendidikan di APBN Pertama Prabowo Capai Rp 741,7 Triliun, Ada Program Perbaikan Gizi Anak Sekolah

Whats New
Bantah Menkeu soal Penumpukan Kontainer, Kemenperin: Sejak Ada 'Pertek' Tak Ada Keluhan yang Masuk

Bantah Menkeu soal Penumpukan Kontainer, Kemenperin: Sejak Ada "Pertek" Tak Ada Keluhan yang Masuk

Whats New
Tidak Ada 'Black Box', KNKT Investigasi Badan Pesawat yang Jatuh di BSD

Tidak Ada "Black Box", KNKT Investigasi Badan Pesawat yang Jatuh di BSD

Whats New
Investasi Rp 10 Miliar, Emiten Perhotelan KDTN Siap Ekspansi Bisnis Hotel Rest Area

Investasi Rp 10 Miliar, Emiten Perhotelan KDTN Siap Ekspansi Bisnis Hotel Rest Area

Whats New
Gandeng Binawan, RSUP dr Kariadi Tingkatkan Keterampilan Kerja Tenaga Kesehatan

Gandeng Binawan, RSUP dr Kariadi Tingkatkan Keterampilan Kerja Tenaga Kesehatan

Whats New
Stok Beras Pemerintah Capai 1,85 Juta Ton

Stok Beras Pemerintah Capai 1,85 Juta Ton

Whats New
Luncurkan Starlink di Indonesia, Elon Musk Sebut Ada Kemungkinan Investasi Lainnya

Luncurkan Starlink di Indonesia, Elon Musk Sebut Ada Kemungkinan Investasi Lainnya

Whats New
Lahan Kering di RI Besar, Berpotensi Jadi Hutan Tanaman Energi Penghasil Biomassa

Lahan Kering di RI Besar, Berpotensi Jadi Hutan Tanaman Energi Penghasil Biomassa

Whats New
Riset IOH dan Twimbit Soroti Potensi Pertumbuhan Ekonomi RI Lewat Teknologi AI

Riset IOH dan Twimbit Soroti Potensi Pertumbuhan Ekonomi RI Lewat Teknologi AI

Whats New
Cara Cek Penerima Bansos 2024 di DTKS Kemensos

Cara Cek Penerima Bansos 2024 di DTKS Kemensos

Whats New
IHSG Melemah 50,5 Poin, Rupiah Turun ke Level Rp 15.978

IHSG Melemah 50,5 Poin, Rupiah Turun ke Level Rp 15.978

Whats New
Dari Hulu ke Hilir, Begini Upaya HM Sampoerna Kembangkan SDM di Indonesia

Dari Hulu ke Hilir, Begini Upaya HM Sampoerna Kembangkan SDM di Indonesia

Whats New
Disebut Jadi Penyebab Kontainer Tertahan di Pelabuhan, Ini Penjelasan Kemenperin

Disebut Jadi Penyebab Kontainer Tertahan di Pelabuhan, Ini Penjelasan Kemenperin

Whats New
Perbankan Antisipasi Kenaikan Kredit Macet Imbas Pencabutan Relaksasi Restrukturisasi Covid-19

Perbankan Antisipasi Kenaikan Kredit Macet Imbas Pencabutan Relaksasi Restrukturisasi Covid-19

Whats New
KKP Tangkap Kapal Ikan Berbendera Rusia di Laut Arafura

KKP Tangkap Kapal Ikan Berbendera Rusia di Laut Arafura

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com