Luhut Ingin Pelabuhan Batu Ampar Batam Jadi Green Port

Kompas.com - 24/09/2020, 19:00 WIB
Asosiasi Jalan Tol Indonesia mwlaksanakan rapat koordinasi di Hotel Ayana Labuan Bajo bersama dengan Menteri Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri PUPR, Kamis-Jumat, 10-11/ September 2020. (HANDOUT/ATI) HANDOUT/ATIAsosiasi Jalan Tol Indonesia mwlaksanakan rapat koordinasi di Hotel Ayana Labuan Bajo bersama dengan Menteri Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri PUPR, Kamis-Jumat, 10-11/ September 2020. (HANDOUT/ATI)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Pelabuhan Batu Ampar yang ada di Batam akan dijadikan sebagai green port atau pelabuhan hijau.

Bila terealisasi, maka Batu Ampar akan menjadi pelabuhan ramah lingkungan pertama di Indonesia.

"Kami juga ingin di Batam ini jadi contoh green port pertama di Indonesia karena kami belum punya. Itu Pelabuhan Batu Ampar saya mau lihat besok ke Batam," ujarnya dalam konferensi pers virtual Ekosistem Logistik Nasional, Jakarta, Kamis (24/9/2020).

Baca juga: Jadwal Baru Jam Perdagangan dan Pelaporan di BEI

Menurut Luhut, Pelabuhan Batu Ampar akan setara dengan pelabuhan yang ada di Singapura. Dengan adanya green port tersebut, Luhut berharap Indonesia tidak akan dilecehkan oleh negara soal modernisasi pelabuhan.

Luhut juga ingin agar proses bongkar muat di Pelabuhan Batu Ampar dikelola secara modern. Kehadiran tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dinilai tidak lagi dibutuhkan.

"Bongkar muat ini dari zaman Orde Baru. Dulu memang pakai angkutan-angkutan gendong, sekarang kan sudah tidak. Tapi itu masih ada. Saya lihat waktu itu ketidaksepakatan. Tapi sekarang saya paksain harus sepakat karena semua sudah lebih modern," ujarnya.

Baca juga: Luhut: Efisiensi Biaya Ekosistem Logistik Capai Rp 1,5 Triliun

Meski TKBM dinilai tidak lagi perlukan, namun Luhut tetap ingin agar nantinya TKBM diberikan kesempatan pekerjaan lain agar tidak kehilangan mata pencaharian.

Selain itu, Luhut juga meminta TNI AL dan Bakamla menyergap kapal-kapal yang membuang sampah di laut.

"Yang penting kami segera eksekusi ini dan kemudian kami awasi karena itu akan membawa ke penerimaan negara juga. Tadi saya bilang Rp 1,5 triliun paling tidak hanya dari (pangkasan ongkos logistik). Kemudian, di Batam sendiri akan berdampak pada investasi kira-kira Rp 5 triliun," kata dia.

Baca juga: PSBB Jilid II, Angka Kunjungan ke Restoran di Jakarta Turun Jadi 19 Persen



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X