Jadwal Baru Jam Perdagangan dan Pelaporan di BEI

Kompas.com - 24/09/2020, 17:45 WIB
Ilustrasi : Bursa Efek Indonesia KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGIlustrasi : Bursa Efek Indonesia
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menyesuaikan jam perdagangan dan pelaporan mulai Senin pekan depan (27/9/2020). Hal ini dilakukan guna menindaklanjuti Surat Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 2A Otoritas Jasa Keuangan tanggal 18 September 2020.

Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia Yulianto Aji Sadono menjabarkan, surat tersebut berisikan mengenai perintah penyesuaian waktu pelaporan di Penerima Laporan Transaksi Efek (PLTE), jam perdagangan EBUS di Bursa dan jam perdagangan EBUS di PPA.

“Sehubungan dengan pengumuman Bank Indonesia perihal Kebijakan Penyesuaian Jadwal Operasional dan Layanan Publik Bank Indonesia Menuju Era Kenormalan Baru, maka PT Bursa Efek Indonesia menetapkan perubahan waktu perdagangan dan pelaporan,” kata dia, melalui siaran media, Kamis (24/9/2020).

Baca juga: Luhut: Efisiensi Biaya Ekosistem Logistik Capai Rp 1,5 Triliun

Adapun dalam perdagangan Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) melalui Fixed Income Trading System (FITS), untuk Sesi I yang sebelumnya dimulai harI Senin sampai Jumat pukul 09.30 WIB sampai 11.30 WIB. Mulai pekan depan berganti menjadi, Senin sampai Kamis pukul 09.30 WIB sampai 12.00 WIB, sementara hari Jumat sampai dengan pukul 11.30 WIB.

Sementara untuk sesi II, sebelumnya pada Senin sampai Jumat pukul 13.30 WIB sampai pukul 15.30 WIB, berubah menjadi Senin sampai Kamis pukul 13.30 WIB hingga 16.00 WIB. Sementara di hari Jumat pukul 14.00 WIB sampai dengan 16.00 WIB.

Untuk perdagangan Surat Utang Negara (SUN) melalui Sistem Electronic Trading Platform (ETP), dimana sebelumnya berjadwal Senin sampai Jumat pukul 09.15 WIB hingga 15.00 WIB, maka pekan depan akan berganti mulai dari pukul 09.00 WIB sampai dengan 16.00 WIB.

Sementara untuk pelaporan transaksi efek melalui Sistem Penerima Laporan Transaksi Efek (PLTE) yang dilakukan pada hari Senin sampai Jumat pukul 09.30 WIB sampai 15.30 WIB akan berbuah menjadi pukul 09.30 WIB sampai dengan 16.30 WIB.

“Ketetapan tersebut berlaku efektif sejak hari Senin, 28 September 2020 sampai dengan batas waktu yang akan ditentukan kemudian,” kata Yulianto.

Baca juga: Hotel di 13 Kota Akan Disiapkan untuk Tampung Pasien Covid-19



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gaji Rp 5 Juta, Sebaiknya Ngontrak atau Cicil Rumah?

Gaji Rp 5 Juta, Sebaiknya Ngontrak atau Cicil Rumah?

Spend Smart
Wika dan CNI Bangun Pabrik Nikel di Kolaka

Wika dan CNI Bangun Pabrik Nikel di Kolaka

Whats New
Pengusaha Sebut Hanya 3 Persen Pekerja yang Bekerja di Perusahaan Besar

Pengusaha Sebut Hanya 3 Persen Pekerja yang Bekerja di Perusahaan Besar

Whats New
Nadine Chandrawinata: Selain Plastik, Sampah Puntung Rokok Juga Banyak Ditemukan di Laut

Nadine Chandrawinata: Selain Plastik, Sampah Puntung Rokok Juga Banyak Ditemukan di Laut

Whats New
Pengusaha Ingin Buruh Tak Sekadar Demo, tapi Berdialog untuk Menyelesaikan Masalah

Pengusaha Ingin Buruh Tak Sekadar Demo, tapi Berdialog untuk Menyelesaikan Masalah

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Menyiapkan Guru Masa Depan | Siap-siap 5G | 7 Kesalahan dalam Bisnis

[POPULER DI KOMPASIANA] Menyiapkan Guru Masa Depan | Siap-siap 5G | 7 Kesalahan dalam Bisnis

Rilis
Luhut: Saya Enggak Mau Lama-lama, Kerjaan Saya Banyak

Luhut: Saya Enggak Mau Lama-lama, Kerjaan Saya Banyak

Whats New
Menaker Akui Iklim Terciptanya Lapangan Kerja Baru Masih Belum Bersahabat

Menaker Akui Iklim Terciptanya Lapangan Kerja Baru Masih Belum Bersahabat

Whats New
779 Warga Kota Serang Dapat Kompensasi Tumpahan Minyak dari Pertamina

779 Warga Kota Serang Dapat Kompensasi Tumpahan Minyak dari Pertamina

Whats New
7 Posisi Menteri yang Pernah Dijabat Luhut, Apa Saja?

7 Posisi Menteri yang Pernah Dijabat Luhut, Apa Saja?

Whats New
Menaker Sebut Nilai Upah Minimum RI Tak Sepadan dengan Produktivitas Pekerja yang Rendah

Menaker Sebut Nilai Upah Minimum RI Tak Sepadan dengan Produktivitas Pekerja yang Rendah

Whats New
Ini 7 Kiat Sukses Calon Pemimpin ala Gubernur BI

Ini 7 Kiat Sukses Calon Pemimpin ala Gubernur BI

Rilis
KKP Bantu Permodalan Pembudi Daya Rumput Laut di Sulsel

KKP Bantu Permodalan Pembudi Daya Rumput Laut di Sulsel

Whats New
Kemenkeu Beri Pinjaman Rp 650 Miliar ke Perumnas untuk Penyediaan Satu Juta Rumah

Kemenkeu Beri Pinjaman Rp 650 Miliar ke Perumnas untuk Penyediaan Satu Juta Rumah

Whats New
Pulihkan Ekonomi, Mendag Dorong Penguatan Kerja Sama Indonesia-Malaysia-Thailand

Pulihkan Ekonomi, Mendag Dorong Penguatan Kerja Sama Indonesia-Malaysia-Thailand

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X