Terdampak Pandemi, Ini Tantangan yang Dihadapi Perusahaan Pembiayaan

Kompas.com - 25/09/2020, 16:49 WIB
Ilustrasi kredit mobil istimewaIlustrasi kredit mobil

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi virus corona memberikan dampak besar bagi seluruh sektor industri, termasuk perusahaan pembiayaan ( multifinance).

Menghadapi dampak pandemi, kini perusahaan pembiayaan harus menjalankan jurus-jurus tambahan dengan kondisi perekonomian yang semakin menantang.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno mengatakan, tantangan terbesar yang dihadapi perusahaan pembiayaan adalah menjaga arus kas perusahaan selama masa pandemi. Di sisi lain, penagihan juga harus berjalan.

Baca juga: Survei MarkPlus: Selama Pandemi Masyarakat Tertarik Gunakan Multifinance

“Bagaimana menjaga cash flow dan collection harus baik agar perusahaan bisa terus berjalan. Walaupun buying power saat ini juga menurun, tapi tetap harus ada booking yang bagus agar cash flow perusahaan ini tetap baik,” ungkap Suwandi dalam keterangannya, Jumat (25/9/2020).

Untuk menjawab tantangan ini, pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah menerbitkan kebijakan restrukturisasi kredit bagi perbankan dan perusahaan pembiayaan.

Namun, perusahaan juga diharapkan membuat langkah inovatif pembiayaan dengan mengembangkan kapasitas finansial dan juga peningkatan parameter manajemen risiko.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur Akulaku Finance Indonesia Efrinal Sinaga mengatakan, pihaknya telah secara aktif menjalankan persiapan lengkap untuk menjawab tantangan di masa pandemi. Persiapan pertama adalah dengan melaksanakan restrukturisasi kredit.

Baca juga: Perusahaan Multifinance Naikkan DP Kredit Kendaraan

Sesuai dengan arahan OJK, hingga Juli 2020, Akulaku Finance telah merestrukturisasi 13.876 debitur dengan total pinjaman mencapai Rp 47,3 miliar, dari keseluruhan nasabah yang mengajukan keringanan mencapai 36.478 nasabah.

“Persiapan selanjutnya adalah dengan meningkatkan risk management melalui peningkatan parameter mitigasi manajemen risiko, dan yang ketiga adalah dengan cara memperkuat kompetensi karyawan Akulaku Finance terkait peraturan industri pembiayaan dan perlindungan konsumen,” jelas Efrinal.

Suwandi menilai memang sudah semestinya seluruh perusahaan pembiayaan memiliki strategi mitigasi yang baik untuk dapat bertahan di era pandemi ini.

Menurut dia, dengan situasi dan strategi yang telah dilakukan oleh perusahaan pembiayaan saat ini, ia optimis industri multifinance dapat kembali stabil di tahun depan jika strategi yang dilakukan berjalan dengan efektif.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X