Kompas.com - 05/10/2020, 17:16 WIB
Ilustrasi : Bursa Efek Indonesia KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGIlustrasi : Bursa Efek Indonesia
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Jago Tbk berencana menerbitkan saham baru untuk memperkuat modal perusahaan.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Senin (5/10/2020), manajemen memaparkan jumlah saham baru yang akan diterbitkan maksimal tiga miliar saham.

Direktur Utama Bank Jago Kharim Siregar mengatakan, penerbitan saham tersebut bertujuan untuk tambahan modal juga mendorong Bank Jago naik kelas ke kelompok Bank BUKU II.

“Yang pasti, dana hasil rights issue tahap II ini akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan agar dapat memenuhi aturan modal minimum bank sebesar Rp 3 triliun, membiayai ekspansi usaha, investasi di infrastruktur Teknologi Informasi dan pengembangan sumber daya manusia,” kata Kharim melalui siaran media.

Baca juga: Ada Tambahan Anggaran, Penyaluran Pupuk Subsidi Baru 70 Persen

Sebelumnya, Bank Jago sudah menuntaskan rights issue tahap I pada April 2020 senilai Rp 1,3 triliun. Dana hasil penerbitan saham baru tersebut digunakan untuk menambah modal, meningkatkan skala bisnis, merekrut sumber daya manusia yang relevan dengan aspirasi bank dan investasi di bidang teknologi.

RUPS hari ini dilakukan untuk meminta persetujuan atas dua agenda. Pertama, penyesuaian modal dasar atas hasil pelaksanaan rights issue tahap I dan pernyataan kembali anggaran dasar perseroan. Kedua, rencana menambah modal melalui penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD/Rights Issue).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Pemegang saham telah memberikan persetujuan atas kedua agenda tersebut. Terkait rencana penambahan modal melalui rights issue tahap II, menunjukkan tingginya komitmen pemegang saham dalam mendukung rencana strategis Bank ini ke depan, sebagai bank berbasis teknologi yang tertanam dalam suatu ekosistem,” kata Kharim.

Agar memiliki daya saing tinggi dan mampu beradaptasi terhadap perubahan zaman akibat pandemi Covid-19, perbankan dituntut untuk terus memperkuat modal, meningkatkan skala usaha dan membangun infrastruktur teknologi yang mumpuni.

“Adanya akselerasi adopsi teknologi dalam pemenuhan kebutuhan hidup sehari hari, kami ingin menjadi bagian dari perubahan hidup masyarakat yang semakin digital dan investor yang sangat memahami, bank berbasis teknologi itu perlu diperkuat dengan modal yang optimal,” ucapnya.

Baca juga: Rupiah Ditutup Menguat, Ini Faktor Pendorongnya



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.