Erick Thohir Akui Pernah Pinjam Uang ke Ketum Kadin Saat Rintis Bisnis

Kompas.com - 28/10/2020, 12:06 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (17/7/2020). ANTARA FOTO/Dhemas ReviyantoMenteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (17/7/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menceritakan suka dukanya ketika merintis bisnis. Dia harus jatuh bangun sebelum bisnisnya sukses seperti sekarang ini.

Bahkan, pemilik Mahaka Group ini pernah salah langkah dalam menjalankan bisnisnya. Hal tersebut sempat membuat perusahaannya terancam bangkrut.

“Kalau saya di 2004-2006, saya sangat kesulitan, karena over ekspansi waktu itu dan mohon maaf kalau di bisnis media ini kan orang bayar iklan belakangan. Bukan berarti iklannya naik langsung dibayar. Paling 30 persen, nanti yang 70 persen di belakang. Kita over ekspansi waktu itu,” ujar Erick dalam webinar, Rabu (28/10/2020).

Baca juga: Erick Thohir Angkat Relawan Timses Jokowi Jadi Komisaris PLN

Saat itu, lanjut Erick, demi melanjutkan usahanya, dia harus menghadapi pilihan yang sulit. Mulai dari opsi melakukan pengurangan karyawan, meminjam dana dari bank, hingga menutup perusahaan.

“Ya waktu itu memang saya harus melepas juga seluruh hobi-hobi saya, apakah waktu itu mobil tua, lukisan, dan saya ingat juga saya pinjam uang secara pribadi waktu itu,” kata mantan bos Inter Milan itu.

Bahkan, Erick mengaku sempat meminjam uang ke Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Rosan Roeslani. Namun, sayangnya dia tak menyebut jumlah nominal yang dipinjammya.

“Saya ingat juga saya pinjam uang secara pribadi waktu itu, yang alhamdulillah dibalikin, kalau enggak salah ke Mas Rosan dan almarhum Andre waktu itu saya pinjam satu bulan,” ungkapnya.

Baca juga: Pengembangan Vaksin Covid-19, Erick Thohir: Kualitas Bio Farma Diakui Dunia

Menurut Erick, sebagai pengusaha, dirinya harus berani mengambil risiko dalam mengembangkan bisnis. Selain itu, pengusaha juga harus berani mengambil keputusan sulit pada masa krisis.

“Kita dari pengusaha yang beda dari profesional. Kalau profesional kan justru memikirkan risiko-risikonya, kalau pengusaha ya harus berani mengambil risiko,” ujarnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X