SKK Migas: RI Produksi 1 Juta Barel Minyak Per Hari Harus Siap Hadapi Risiko

Kompas.com - 02/11/2020, 19:01 WIB
Kepala SKK Migas yang juga Dwi Soetjipto  usai membuka Joint Convention Yogyakarta 2019 di Hotel Tentrem, Kota Yogyakarta, Selasa (26/11/2019). KOMPAS.COM/MARKUS YUWONOKepala SKK Migas yang juga Dwi Soetjipto  usai membuka Joint Convention Yogyakarta 2019 di Hotel Tentrem, Kota Yogyakarta, Selasa (26/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah melalui Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan produksi minyak nasional mencapai 1 juta barel per hari pada 2030.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menilai, produksi 1 juta barel merupakan target yang perlu dicapai dan didukung berbagai pihak, termasuk para kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).

"Langkah menuju 1 juta barrel membutuhkan lompatan kerja, sehingga akan ada risiko dan kendala karena yang dilakukan adalah business not as usual," katanya dalam webinar, Senin (2/11/2020).

Baca juga: Kepala SKK Migas Sebut Cadangan Minyak Cukup untuk 15 Tahun

Menurut mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) itu, SKK Migas dan KKKS akan memegang peranan yang krusial dalam melaksanakan fungsi assurance yang terdiri dari internal audit, risk management, dan compliance.

"Tidak hanya fokus pada management compliance untuk tidak hanya menjadi safety net, namun harus berperan aktif menjadi jembatan demi tercapainya tujuan organisasi dengan memberikan perbaikan proses good governance," tuturnya.

Sebagai pengawas dan pengendali kegiatan hulu migas, SKK Migas terus berupaya meningkatkan standar serta efektivitas pengawasan dan audit di sektor strategis ini.

Pengawas Internal SKK Migas Taslim Yunus mengatakan SKK Migas memiliki tugas berat untuk memastikan penerimaan negara dapat dijaga dan direalisasikan baik dari aspek jumlah maupun kesesuaian tata kelolanya.

"Membangun industri hulu migas dengan tata kelola yang baik dan memiliki standar internasional adalah salah satu kunci untuk menarik investor ke sektor yang memiliki risiko bisnis yang tinggi ini," ujarnya.

Baca juga: SKK Migas Desak Anak Usaha Pertamina Tingkatkan Produksi

Lebih lanjut Taslim menekankan, tata kelola hulu migas yang baik adalah salah satu kunci untuk menyakinkan dunia usaha baik nasional maupun asing terhadap daya saing hulu migas Indonesia, dengan demikian visi produksi 1 juta barel per hari dapat tercapai.

"Ini akan menjadi salah satu penarik investor untuk menanamkan modalnya ke Indonesia," ucap Taslim.

Sebagai informasi, realisasi produksi minyak nasional pada kuartal III-2020 mencapai 710.000 barel per hari.

Meskipun setara dengan 100,4 persen target work program and budget (WP&B), realisasi tersebut masih lebih rendah jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni sebesar 745.100 barrel per hari.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X