KILAS

Perkuat SDM, Kemnaker Resmikan BLK St Yohanes Paulus II Labuan Bajo

Kompas.com - 15/11/2020, 14:07 WIB
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah saat meresmikan BLK Komunitas Seminari St. Yohanes Paulus II Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (14/11/2020).
DOK. Humas KemnakerMenteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah saat meresmikan BLK Komunitas Seminari St. Yohanes Paulus II Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (14/11/2020).

KOMPAS.com – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan, penguatan sumber daya manusia (SDM) adalah kunci dalam meningkatkan skill dan kompetensi angkatan kerja nasional.

Namun, penguatan SDM memiliki tantangan tersendiri, salah satunya persebaran lembaga atau tempat pelatihan yang masih tersentralisasi di kota-kota.

Padahal, mayoritas penduduk Indonesia tinggal di pedesaan. Oleh karenanya, Menaker mengatakan, Presiden Joko Widodo berkomitmen untuk mendekatkan akses pelatihan kepada masyarakat di daerah, bahkan desa.

"Program Balai Latihan Kerja ( BLK) Komunitas adalah salah satu wujud komitmen pemerintah mendekatkan akses pelatihan kepada masyarakat," ucapnya saat meresmikan BLK Komunitas Seminari St Yohanes Paulus II Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (14/11/2020).

Menurutnya, dengan BLK Komunitas, masyarakat mudah mendapatkan pelatihan vokasi secara gratis dan tanpa harus susah payah ke kota.

Baca juga: Kemnaker Harap Peningkatan Kualitas SDM Perhotelan Bisa Kurangi Kontraksi Ekonomi di Manado

"Bayangkan, jika untuk mendapatkan pelatihan, warga di Manggarai harus pergi ke Kupang, atau kota-kota lain. Berapa biaya transportasi, living cost yang harus dikeluarkan," ucapnya seperti keterangan tertulisnya.

Maka dari itu, Ida menyebut, peresmian BLK Komunitas Seminari St Yohanes Paulus II merupakan suatu langkah awal bagi kita bersama dalam upaya pembangunan SDM.

"Dengan adanya program BLK Komunitas di Seminari St Yohanes Paulus II, saya yakin putra dan putri daerah Kabupaten Manggarai Barat akan dapat memiliki kompetensi yang dapat bersaing serta memiliki karakter yang kuat," katanya.

Ida menambahkan, penentuan kejuruan pelatihan di BLK Komunitas harus didasarkan pada kebutuhan skill yang dibutuhkan pasar kerja atau potensi ekonomi di daerah masing-masing.

Baca juga: Tahun 2021, Kemnaker Siap Transformasi BLK dengan Program 4R

Oleh karenanya, usai mengikuti pelatihan, diharapkan peserta pelatihan di BLK Komunitas mudah terserap industri, atau menciptakan lapangan kerja sendiri.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X