Disebut Bakar Hutan di Papua untuk Buka Lahan, Ini Respons Korindo

Kompas.com - 15/11/2020, 12:46 WIB
Korindo menegaskan kesepakatan lahannya sudah sesuai dengan regulasi di Indonesia GREENPEACE via BBC INDONESIAKorindo menegaskan kesepakatan lahannya sudah sesuai dengan regulasi di Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com - Korindo Group buka suara soal sebuah hasil investigasi visual yang menunjukkan perusahaan raksasa asal Korea Selatan itu "secara sengaja" menggunakan api untuk membuka hutan Papua demi memperluas lahan sawit.

Public Relations Manager Korindo Group Yulian Mohammad Riza mengatakan, pihaknya telah melakukan pembayaran pelepasan hak atas tanah ulayat kepada 10 marga seluas 16.000 hektar yang berada di areal PT Tunas Sawa Erma Blok E.

"Sesuai dengan perjanjian dan jumlah yang telah disepakati bersama, termasuk dengan Petrus Kinggo yang menjadi narasumber di pemberitaan tersebut," kata Yulian dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (15/11/2020).

Baca juga: Investigasi Ungkap Perusahaan Korsel Bakar Hutan Papua untuk Perluasan Lahan Sawit

Lebih lanjut, Yulian mengklaim pihaknya belum melakukan pembukaan wilayah, meskipun telah membayar kompensasi pelepasan lahan itu.

Selain itu, Yulian juga meragukan keterangan yang disampaikan oleh seorang narasumber investigasi BBC Indonesia itu, Elisabeth Ndiwaen.

Menurut dia, Elisabeth bukan lah seorang perwakilan marga yang menduduki wilayah tersebut.

"Yang bersangkutan lahir dan dibesarkan di Kota Merauke yang jaraknya sangat jauh sekitar 400 km (jalan darat dan sungai) dari lokasi perkebunan," ujar dia.

Bukan hanya itu, Korindo juga membantah tuduhan pembakaran hutan yang terjadi pada periode 2011-2016.

Yulian menyebutkan, The Forest Stewardship Council (FSC) pada Agustus 2019 menyatakan bahwa pihak FSC telah melakukan investigasi di lapangan pada Desember 2017.

"Hasil kesimpulan investigasi tersebut menyatakan tuduhan bahwa Korindo dengan sengaja dan ilegal membakar areal perkebunan adalah tidak benar," kata dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X