Pertumbuhan Ekonomi RI pada 2021 Bisa Capai 6 Persen Bila...

Kompas.com - 21/11/2020, 17:05 WIB
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi THINKSTOCKSIlustrasi pertumbuhan ekonomi

JAKARTA, KOMPAS.com - Centre of Reform on Economics ( Core) memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2021 mendatang bakal berada di kisaran 3,0 persen hingga 6,0 persen.

Dalam keterangan tertulisnya Core menjelaskan ekspansi perekonomian tahun depan memiliki potensi tumbuh hingga 6,0 persen dengan beberapa syarat.

Yang pertama, bila penularan wabah Covid-19 bisa konsisten mereda pada tahun 2021 mendatang.

Baca juga: Menaker: Karena Pandemi, Jumlah Pengangguran Bisa Mencapai 13 Juta Orang

"Kedua, pendistribusian vaksin Covid-19 berjalan lancar dan dapat diakses secara masal pada semester kedua 2021," tulis Core seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, Sabtu (21/11/2020).

Kemudian, tingkat pertumbuhan ekonomi hingga 6,0 persen tersebut bisa tercapai bila masyarakat kian dapat beradaptasi dengan pandemi dan tingkat keyakinan masyarakat serta kalangah menengah ke atas untuk belanja pulih dengan cepat.

"Kondisi tersebut juga didukung oleh respons kebijakan pemerintah yang cepat dan efektif, tidak hanya terbatas pada yang bersifat jangka pendek, tetapi juga terobosan kebijakan yang mendorong reformasi dan transformasi ekonomi untuk pemulihan yang lebih kuat dan berkelanjutan," jelas Core.

Namun demikian, pertumbuhan ekonomi hanya akan mencapai batas bawah, yakni sebesar 3,0 persen bila tingkat penularan wabah Covid-19 yang mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan menjelang akhir 2020 kembali meningkat pada tahun 2021 (second wave).

Baca: Dalam 2 Minggu, Jokowi Tambah Utang Bilateral RI Rp 24,5 Triliun

 

Selain itu, proses distribusi vaksin Covid-19 berjalan lamban dan belum dapat diakses secara masal hingga semester kedua 2021. Kemudian, tingkat keyakinan masyarakat kalangan menengah dan atas untuk berbelanja belum sepenuhnya pulih yang menyebabkan masih terbatasnya ekspansi sejumlah sektor ekonomi.

Yang terakhir, respons kebijakan pemerintah terutama program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) berjalan lamban dan kurang efektif.

"Lebarnya rentang potensi pertumbuhan ini tidak terlepas dari kompleksitas faktor-faktor yang mempengaruhi sejauh mana ekspansi ekonomi Indonesia akan terjadi pada tahun depan. Kondisi tersebut sangatlah berbeda dengan pola pergerakan ekonomi pra-pandemi yang relatif lebih stabil," jelas Core.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X