Jika Tak Ada Pandemi, Pemerintah Gelar Pelatihan Vokasi untuk 2 Juta Tenaga Kerja

Kompas.com - 21/11/2020, 16:24 WIB
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah saat memberikan sambutan dalam acara Sosialisasi Program Pelatihan Vokasi dan Pemagangan di Jombang, Jawa Timur, Minggu (8/11/2020). Dok. Kementerian KetenagakerjaanMenteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah saat memberikan sambutan dalam acara Sosialisasi Program Pelatihan Vokasi dan Pemagangan di Jombang, Jawa Timur, Minggu (8/11/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengungkapkan pemerintah berencana untuk melakukan pelatihan vokasi untuk dua juta tenaga kerja setiap tahun mulai tahun ini.

Namun demikian, rencana tersebut harus berubah lantaran pandemi Covid-19 yang terjadi pada awal tahun.

Ida menjelaskan, rencana program tersebut pun berubah menjadi program semi bantuan sosial (bansos) lantaran banyak masyarakat yang pendapatannya menurun akibat pandemi.

Baca juga: Kenali 5 Kesalahan dalam Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak

"Sebenarnya kalau enggak ada Covid-19 kita mau melakukan pelatihan vokasi untuk dua juta tenaga kerja, calon pekerja kita," ujar Ida dalam Grand Opening Mega Digitalk GNIK yang dilakukan secara virtual, Sabtu (21/11/2020).

Jumlah tersebut dengan asumsi jumlah pengangguran yang sebanyak tujuh juta, dengan 2,5 juta angkatan kerja baru yang tercipta setiap tahun.

Sehingga setidaknya dengan serapan pelatihan vokasi tersebut, dalam lima tahun permasalahan ketenagakerjaan di Indonesia bisa diselesaikan.

"Ternyata yang terjadi lain, pelatihan vokasi jadi semi bansos ini harus dilakukan karena pandemi, masyarakat butuh survive, mereka bilang butuh makan, nggak butuh pelatihan, maka diubah pelatihan vokasi ini jadi semi bansos," ujar Ida.

Pemerintah pada awal bulan April tahun ini telah membuka program Kartu Prakerja secara online.

 

Baca juga: Menilik Besaran Anggaran Pendidikan di 2 Periode Jokowi

Program pelatihan yang seharusnya dilakukan secara offline pun berubah menjadi pelatihan online dengan pemberian bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp 600.000 setiap bulan selama empat bulan.

Selain itu, peserta Kartu Prakerja juga mendapatkan uang insentif pelatihan sebesar Rp 1 juta.

Secara keseluruhan, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 20 triliun untuk program Kartu Prakerja. Program tersebut ditujukan untuk 5,6 juta peserta dengan rincian anggaran Rp5,6 triliun untuk biaya pelatihan, insentif Rp 13,45 triliun, survei Rp 840 miliar, dan anggaran untuk Project Management Office (PMO) sebesar Rp 100 juta.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pandemi Bikin Transaksi Belanja Online Produk Kosmetik Naik 80 Persen

Pandemi Bikin Transaksi Belanja Online Produk Kosmetik Naik 80 Persen

Spend Smart
Gara-gara Rambut Susah Diatur, Akhirnya Mulai Bisnis Pomade Buatan Sendiri

Gara-gara Rambut Susah Diatur, Akhirnya Mulai Bisnis Pomade Buatan Sendiri

Smartpreneur
AirAsia Dapat Peringkat Tertinggi untuk Health Rating Versi Airlinerating

AirAsia Dapat Peringkat Tertinggi untuk Health Rating Versi Airlinerating

Rilis
Mendag Dorong UMKM Pasarkan Produk Secara Offline dan Online di Masa Pandemi

Mendag Dorong UMKM Pasarkan Produk Secara Offline dan Online di Masa Pandemi

Whats New
Sejumlah Program di Sektor Ketenagakerjaan Ini Bantu 32,6 Juta Orang Selama Pandemi, Apa Saja?

Sejumlah Program di Sektor Ketenagakerjaan Ini Bantu 32,6 Juta Orang Selama Pandemi, Apa Saja?

Whats New
Perlu Diskresi untuk Koperasi Multipihak

Perlu Diskresi untuk Koperasi Multipihak

Whats New
Wamendag: RCEP Bakal Berkontribusi Besar pada Ekonomi ASEAN

Wamendag: RCEP Bakal Berkontribusi Besar pada Ekonomi ASEAN

Whats New
IPC Lanjutkan Pembangunan Terminal Kalibaru, Ditargetkan Beroperasi 2023

IPC Lanjutkan Pembangunan Terminal Kalibaru, Ditargetkan Beroperasi 2023

Rilis
Ignasius Jonan Diangkat Jadi Komisaris Independen Sido Muncul

Ignasius Jonan Diangkat Jadi Komisaris Independen Sido Muncul

Whats New
Menaker: 2,1 juta Korban PHK Harusnya Dapat Karpet Merah, Hanya 95.559 yang Lolos Kartu Prakerja!

Menaker: 2,1 juta Korban PHK Harusnya Dapat Karpet Merah, Hanya 95.559 yang Lolos Kartu Prakerja!

Whats New
5 Tahun Beroperasi, Mandiri Capital Suntik Dana ke 14 Startup dengan Total Rp 1 Triliun

5 Tahun Beroperasi, Mandiri Capital Suntik Dana ke 14 Startup dengan Total Rp 1 Triliun

Whats New
Jelang Natal dan Tahun Baru, DAMRI Siapkan Ribuan Armada Bus Sehat

Jelang Natal dan Tahun Baru, DAMRI Siapkan Ribuan Armada Bus Sehat

Rilis
Profil Edhy Prabowo: Mantan Prajurit, Jagoan Silat, hingga Pengusaha

Profil Edhy Prabowo: Mantan Prajurit, Jagoan Silat, hingga Pengusaha

Whats New
5 Tips Mengatur Keuangan Keluarga

5 Tips Mengatur Keuangan Keluarga

Earn Smart
Organda Keluhkan Kualitas Aspal Jalan Tol Trans Sumatera

Organda Keluhkan Kualitas Aspal Jalan Tol Trans Sumatera

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X