Singgung Korupsi, Menteri KP Ad Interim Ingatkan Uang dan Pangkat Bukan Kunci Bahagia

Kompas.com - 16/12/2020, 10:17 WIB
Mentan Syahrul Yasin Limpo saat memberikan sambutan pada acara pelepasan ekspor komoditas pertanian di PT Bio Cycle Indo, Jalan Garuda Sakti, Kabupaten Kampar, Riau, Jumat (4/12/2020). Dok. Pemprov RiauMentan Syahrul Yasin Limpo saat memberikan sambutan pada acara pelepasan ekspor komoditas pertanian di PT Bio Cycle Indo, Jalan Garuda Sakti, Kabupaten Kampar, Riau, Jumat (4/12/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Ad Interim, Syahrul Yasin Limpo menyinggung soal korupsi yang sudah melekat di seluruh lapisan, mulai dari lapisan pemerintahan hingga masyarakat secara nasional maupun internasional.

Singgungan itu dia sampaikan saat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2020 hari ini, Rabu (16/12/2020).

Dia mengatakan, Hakordia mengingatkan kembali tentang kebahagiaan.

Baca juga: KKP Tangkap Kapal Illegal Fishing, Menteri KP Ad Interim Sebut Pengawasan Tidak Pernah Kendur

Perilaku korupsi sama saja mengancam kebahagiaan.

"Kalau korupsi berarti terancam kebahagiaanmu. Sementara apa yang kita cari dalam hidup? Yang kita cari cuma satu, bahagia bersama-sama anak-anak dan istri, keluarga," kata Syahrul dalam peringatan Hakordia KKP 2020 secara virtual, Rabu (16/12/2020).

Syahrul menyebut, tidak ada kebahagiaan yang bisa digantikan dengan harta sebanyak apapun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pangkat hingga harta berlimpah tentu tidak cukup diganti dengan kebahagiaan.

"Pangkat cukup untuk kebahagiaan? Uang cukup? Rumahmu yang besar cukup? Mobil yang berderet-deret cukup? Banyak rumah besar kita sepi di dalamnya. Biarkan rumah besar dan mobil itu, tak ada arti apa-apa," ucap dia.

Baca juga: Mentan Jadi Menteri KP Sementara, Ini yang Akan Dilakukan

Selain kebahagiaan, Hakordia mengingatkan semua pihak tentang integritas. Sebagai penjabat publik sekelas menteri, integritas diperlukan karena sudah dipilih dan dipercaya rakyat.

Apalagi, ada ancaman dan tanggung jawab besar bila berbuat kesalahan, kepada negara maupun Tuhan. 

"Menjadi penjabat itu salah kau berbuat sedikit, penjara itu di depan kita. Untuk kita enggak apa-apa, tapi bagaimana dengan yang lain? Bagaimana yang di rumah (keluarga)? Maaf, saya enggak mau membahas-bahas ke situ," tutur Syahrul.

Syahrul mengajak seluruh jajaran KKP untuk memperbaiki kinerja dan menaati aturan, serta belajar dari kasus-kasus sebelumnya.

"Taati aturan itu. Jangan keluar dari aturan. Yang kemarin jadi ingatan, don't look back. Tidak ada lagi yang kemarin, yang ada adalah kalian dibutuhkan negara. Ini ibadah yang sangat luas. Sekarang bayar apa yang kemarin (berita) jelek itu, bayar," pungkas Syahrul.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.