[POPULER DI KOMPASIANA] Menunggu Waktunya Divaksin | Kiat Berkemudi Kala Hujan | Kelor bagi Masyarakat Lombok Utara

Kompas.com - 09/01/2021, 16:35 WIB
Sebanyak 30.000 vaksin Covid-19 produksi Sinovac yang dikirim dari gudang Bio Farma Bandung, tiba di tempat penyimpanan vaksin milik Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, di Jalan Mayor Salim Batubara, Kecamatan Kemuning Palembang, Senin (4/1/2021). Untuk tahap awal dari 58.000 vaksin yang diajukan, 30.000 vaksin yang diterima itu akan dibagikan ke tujuh kabupaten/kota di Sumatera Selatan. KOMPAS.com/AJI YK PUTRASebanyak 30.000 vaksin Covid-19 produksi Sinovac yang dikirim dari gudang Bio Farma Bandung, tiba di tempat penyimpanan vaksin milik Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, di Jalan Mayor Salim Batubara, Kecamatan Kemuning Palembang, Senin (4/1/2021). Untuk tahap awal dari 58.000 vaksin yang diajukan, 30.000 vaksin yang diterima itu akan dibagikan ke tujuh kabupaten/kota di Sumatera Selatan.

KOMPASIANA---Melalui keterangan yang disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin bahwa Presiden Joko Widodo beserta jajaran Kabinet Indonesia Maju dan pejabat di tingkat pusat akan melakukan penyuntikan vaksin perdana.

Walau belum seluruhnya, tetapi banyak yang sudah sadar akan pentingnya menerapkan protokol kesehatan tersebut.

Tidak hanya itu, meski nanti sudah divaksin, masyarakat diharapkan tidak bisa begitu saja mengabaikan protokol kesehatan.

Sebab, pengerapan 3M bisa jadi langkah awal masyarakat untuk melaukna pencegahan dan penyebaran Covid-19.

Selain kabar akan dimulainya vaksinasi covid-19, masih ada konten terpopuler dan menarik lainnya di Kompasiana dalam sepekan ini.

1. Yang Menakutkan Itu Virus Covid-19, Bukan Vaksin dan Efek Sampingnya!

Pada pekan kedua Januari 2021, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 diharapkan bisa dimulai.

Akan tetapi yang disayangkan masih ada masyarakat yang keliru tentang vaksinasi Covid-19 ini.

Maka dari itu, tulis Kompasianer Hendra Wardhana, di tengah rasa ingin tahu yang besar masyarakat harus didorong untuk memahami vaksin dan vaksinasi Covid-19 secara benar.

"Masyarakat khawatir karena mengira disuntik vaksin Covid-19 berarti memasukkan materi virus atau cikal bakal virus ke dalam tubuh," lanjutnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X