Kementerian BUMN Bantah Ada “Chip” di Dalam Vaksin Covid-19

Kompas.com - 18/01/2021, 20:00 WIB
Ilustrasi vaksin virus corona, vaksin Covid-19 SHUTTERSTOCK/PALSANDIlustrasi vaksin virus corona, vaksin Covid-19

JAKARTA, KOMPAS.com - Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga membantah kabar mengenai adanya chip di dalam vaksin Covid-19 yang akan disuntikan ke masyarakat Indonesia.

Menurut Arya, nantinya tiap botol vaksin akan disertakan barcode. Barcode itu bertujuan untuk mengetahui distribusi vaksin dari tempat produksi hingga nantinya disuntikkan ke masyarakat.

“Pasti yang menyebarkan ini hoaks ya, memelintir informasi. Yang di maksud Pak Erick itu adalah bahwa yang namanya barcode vaksin itu, itu terdata supaya tidak ada barcode yang palsu. Misalnya, vaksin yang satu ini punyanya si A. Jadi ketahuan datanya gitu loh, jadi semuanya ada barcodenya,” ujar Arya kepada Kompas.com, Senin (18/1/2021).

Baca juga: Menaker Belum Terima Perintah Salurkan Subsidi Gaji Tahun Ini

Arya menegaskan, tak mungkin vaksin Covid-19 terdapat chip di dalamnya. Atas dasar itu, dia meminta masyarakat tak perlu khawatir.

“Jadi bukan ada chip-nya, mana mungkin ada chipnya di situ, itu kan cairan, gimana sih. Ini pasti orang-orang yang membuat hoaks ini memang sengaja untuk membuat banyak korban rakyat Indonesia kalau tidak divaksin,” kata dia.

Juru bicara Menteri BUMN Erick Thohir ini menilai, orang yang menyebut di dalam vaksin Covid-19 terdapat chip hanya untuk menghambat proses vaksinasi yang akan dilakukan oleh pemerintah.

“Jadinya, orang-orang yang menyebarkan hoaks ini adalah orang-orang yang ingin mencelakaan orang lain. Jadi dia menghambat vaksinasi dan itu kan bisa membuat orang mati terbunuh juga karena corona,” ungkapnya.

Baca juga: Organda Minta Pemerintah Prioritaskan Vaksin untuk Pengemudi Angkutan Umum

Dia pun meminta orang tersebut berhenti menyebarkan hoaks terkait vaksin Covid-19. Sebab, vaksin dibutuhkan untuk menanggulangi penyebaran Covid-19 di Tanah Air.

“Jadi kita minta yang membuat hoaks itu harus sadar diri lah. Enggak ada agama yang membolehkan itu, menyebar-nyebar hoaks dan membuat orang celaka,” ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X