Warga Bisa Naik KRL Jogja-Solo Mulai 10 Februari, Tarifnya Rp 8.000

Kompas.com - 22/01/2021, 08:48 WIB
Petugas millenial KAI Commuter memberikan bunga dan healthy kit kepada perempuan pengguna KRL Commuter Line di Stasiun Jatinegara Baru, Jakarta, Selasa (22/12/2020). Memperingati Hari Ibu, PT KAI Commuter memberikan layanan istimewa khususnya perempuan dengan memberikan bunga dan healty kit sekaligus sosialisasi protokol kesehatan dengan menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di lingkungan stasiun dan di KRL. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc. ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAPetugas millenial KAI Commuter memberikan bunga dan healthy kit kepada perempuan pengguna KRL Commuter Line di Stasiun Jatinegara Baru, Jakarta, Selasa (22/12/2020). Memperingati Hari Ibu, PT KAI Commuter memberikan layanan istimewa khususnya perempuan dengan memberikan bunga dan healty kit sekaligus sosialisasi protokol kesehatan dengan menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di lingkungan stasiun dan di KRL. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kereta rel listrik atau KRL Jogja-Solo (KRL Yogyakarta-Solo) akan beroperasi normal mulai 10 Februari 2021 setelah selesainya uji coba, yang direncanakan hingga 7 Februari.

"Insya Allah tanggal 10 Februari sudah melakukan perjalanan untuk umum. Untuk tarif normal, flat Rp 8.000, sama dengan tarif KA Prameks, waktu tempuh lebih cepat dan kereta baru," kata Direktur Operasi dan Pemasaran PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Wawan Ariyanto dilansir dari Antara, Jumat (22/1/2021).

Ia mengatakan untuk jumlah kereta yang akan dioperasikan nantinya sebanyak 10 rangkaian. Saat ini, sudah siap enam rangkaian kereta.

"Masing-masing rangkaian KA ada empat gerbong, tetapi bisa saja dijalankan delapan gerbong," jelas dia.

Baca juga: Mulai 1 Februari, Masyarakat Bisa Coba KRL Yogyakarta-Solo Tarif Rp 1

Ia mengatakan mengingat saat ini masih ada protokol kesehatan yang harus diterapkan, untuk kapasitas masing-masing gerbong hanya dibatasi maksimum 74 penumpang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Itu sudah menerapkan jaga jarak, kalau normalnya sebanyak 200 penumpang. Untuk jadwalnya sementara kami menggunakan seperti KA Prameks dulu," kata Wawan.

Ia mengatakan nantinya untuk Solo-Yogyakarta akan dilakukan perjalanan sebanyak 20 perjalanan atau 10 perjalanan pulang-pergi (PP).

Menurut dia, waktu tempuh KRL Solo-Yogyakarta 68 menit atau lebih cepat 20 menit dibandingkan KA Prameks yang mencapai 88 menit.

Baca juga: MITJ Tidak Bisa Kelola Dana Subsidi KRL

"KRL Yogyakarta-Solo ini berhenti di 11 stasiun, sedangkan Prameks hanya berhenti di enam stasiun," tutur Wawan.

Sementara itu, pada uji coba yang sudah dimulai sejak Rabu (20/1/2021), pihaknya sekaligus memberikan edukasi terkait cara menumpang KRL Jogja-Solo. 

"Perlu edukasi, biasanya pakai tiket KAI Access sekarang tap in dan out, seperti di jalan tol harus sepasang, baik tap in maupun out. Semua penumpang yang berangkat dari Solo, tap in, sampai di Jogja, harus keluar gate dulu untuk tap out. Kalau mau ke Solo lagi harus tap in dan tap out saat tiba di Solo," kata Wawan.

Sementara itu, Direktur Utama PT KCI Wiwik Widayanti menjelaskan, untuk panjang yang dilintasi jaringan KRL Solo-Yogyakarta sendiri lebih kurang 60 kilometer.

Baca juga: Ini Jadwal Perjalanan KRL Jabodetabek Selama Masa PPKM

Sedangkan untuk total perjalanan rencananya sebanyak 20 perjalanan per hari dengan waktu tempuh masing-masing sekitar 58 menit.

Untuk stasiun operasional, lanjutnya, pada rute tersebut ada sebanyak 11 stasiun, yaitu Stasiun Yogyakarta, Lempuyangan, Maguwo, Prambanan, Srowot, Klaten, Ceper, Delanggu, Gawok, Purwosari, dan Solobalapan (stasiun KRL Jogja-Solo).

Untuk melengkapi pelayanan KRL, kata dia, PT KAI kembali membuka sejumlah stasiun yang sebelumnya tidak melayani pengguna.

"Ini diharapkan mampu mendorong perekonomian di wilayah stasiun di tengah upaya pulih dari pandemi," kata Wiwik.

Baca juga: Cuma Didapat Yogyakarta, Apa Itu Dana Keistimewaan?

Dengan beroperasinya KRL dari Jogja hingga Solo, praktis kereta berbasis listrik ini akan menggantikan operasional KA Prambanan Ekspres atau KA Prameks.

Rangkaian KA Prameks rencananya direlokasi ke daerah lain sebagai moda transportasi kereta lokal. Nantinya, dengan menggunakan KRL Jogja-Solo (KRL Yogyakarta-Solo), mobilitas warga sepanjang Jogja-Solo akan lebih meningkat dan meningkatkan roda perekonomian di Yogyakarta dan Solo Raya.

KRL memiliki beberapa keunggulan di antaranya kapasitas angkut yang lebih banyak dan efisiensi operasional karena listrik yang dianggap lebih murah. Headway kedatangan kereta juga bisa ditingkatkan.

Baca juga: PG Colomadu, Simbol Kekayaan Raja Jawa-Pengusaha Pribumi era Kolonial



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X