Bisnis Lisensi Masih Terus Bergeliat di Tahun 2021

Kompas.com - 31/01/2021, 10:38 WIB
Ilustrasi bisnis digital sukses (Shutterstock/ Chaay_Tee) Ilustrasi bisnis digital sukses

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Asosiasi Lisensi Indonesia (Asensi) sekaligus Ketua Pengembangan Resto Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Susanty Widjaya mengatakan, bisnis lisensi memiliki peluang besar di 2021.

"Khususya lisensi merek dan produk di bisnis start-up, F & B, health care atau kesehatan seperti masker, APD, kecantikan, farmasi atau yang menyangkut vitamin, suplemen, obat-obatan dan vaksin, itu masih akan terus berpeluang besar," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (30/1/2021).

Menurut dia, hal yang membuat industri ini masih terus bergeliat adalah seiring masih mewabahnya pandemi yang membuat produk-produk ini masih banyak dicari oleh masyarakat.

Baca juga: Dari Mata Turun ke Hati, Begini Tips agar Bisnis Anda Dilirik Konsumen

Selain itu, lisensi pendidikan khususnya pendidikan online, dan lisensi teknologi juga berpeluang sama. Banyak masyarakat yang mau tidak mau harus menyukai dan beradaptasi dengan dunia digitalisasi karena situasi pandemi.

Lebih lanjut Susanty menjelaskan, sebenarnya bisnis lisensi itu sudah berkembang cukup lama di Indonesia. Hanya saja penggunaan kata bisnis lisensi masih banyak yang awam dan kurang memahaminya dengan baik dan benar.

Dia juga menyayangkan banyak produk-produk dengan lisensi merek dari luar negeri seperti Jepang dan Korea yang mendominasi di Indonesia. Padahal, menurut dia bisnis lisensi sangat menjanjikan.

"Sebenarnya, banyak produk-produk dengan lisensi merek dan lisensi karya cipta seperti karakter yang berhasil di Indonesia. Namun sangat disayangkan banyak karakter luar negeri yang mendominasi seperti dari Amerika dan dari Jepang serta Korea," ucapnya.

Tak hanya itu, Susanty juga menilai bahwa hukum yang mengatur lisensi masih kurang memadai dan kurang diperhatikan di Tanah Air. Apalagi jika sudah mengenai enforcement-nya.

"Lihat saja berapa banyak terjadi pembajakan atau pemalsuan yang melibatkan kasus lisensi HKI, tetapi tidak diambil tindakan yang tegas terhadap pelakunya. Di produk-produk pakaian atau apparel, tas, sepatu, sandal, asesoris anak dan lainnya banyak merek-merek atau karakter-karakter terkenal ditiru dan lainnya tidak diambil tindakan," ungkapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X