Harga Kedelai Impor Kian Mahal, Siap-siap Harga Tahu-Tempe Naik Lagi

Kompas.com - 01/02/2021, 11:03 WIB
Ilustrasi kedelai KOMPAS/ALBERTUS HENDRIYO WIDIIlustrasi kedelai

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) memperkirakan harga tahu dan tempe di pasaran akan kembali naik, menyusul naiknya harga kedelai di pasar global.

Harga kedelai impor pada Februari 2021 diperkirakan menjadi berkisar Rp 9.500 per kilogram di tingkat pengrajin tahu dan tempe. Angka itu meningkat dari saat ini yang berkisar Rp 9.100-Rp 9.200 per kilogram.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Syailendra mengatakan, dengan kenaikan kedelai impor maka akan kembali terjadi penyesuaian harga tahu dari sebelumnya Rp 600 per potong menjadi berkisar Rp 650 per potong.

Baca juga: Kemenkop UKM Kembangkan Inkubasi Usaha Terintegrasi

Sementara harga tempe yang sebelumnya Rp 15.000 per kilogram naik menjadi berkisar Rp 16.000 per kilogram.

"Penyesuaian harga tahu dan tempe di pasar merupakan hal yang tidak dapat dihindari. Sebabnya, mayoritas kebutuhan kedelai Indonesia masih dipenuhi melalui impor dan dipengaruhi pergerakan harga kedelai dunia yang berdampak pada harga bahan baku kedelai untuk tahu dan tempe di Indonesia,” ujar Syailendra dalam keterangan tertulisnya, Senin (1/2/2021).

Ia menjelaskan, sejak paruh kedua tahun 2020 hingga akhir tahun lalu harga jedelai dunia telah meningkat 30 persen sebelumnya. Hal itu berdampak pada harga tahu dan tempe di pasar yang naik rata-rata 20 persen.

Berdasarkan Chicago Board of Trade (CBOT), harga kedelai dunia pada Desember 2020 masih sebesar 13,12 dollar AS per bushel untuk pengiriman pada Januari 2021. Namun, saat ini harganya telah naik 4,42 persen menjadi 13,7 dollar AS per bushels untuk penyediaan kedelai pada Februari 2021.

Baca juga: Kadin: Masalah yang Dihadapi Investor Domestik adalah Tingginya Suku Bunga Kredit

"Jadi kenaikan harga kedelai di tingkat pengrajin tahu dan tempe merupakan dampak pergerakan harga kedelai dunia sejak pertengahan tahun lalu hingga sekarang," katanya.

Syailendra juga mengimbau para importir yang memiliki stok kedelai untuk terus memasok kedelai secara kontinu kepada pengrajin tahu dan tempe anggota Gabungan Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo), baik di Puskopti provinsi maupun Kopti kabupaten/kota seluruh Indonesia.

“Diharapkan produksi tahu dan tempe tetap terus berjalan dan masyarakat masih tetap mendapatkan tahu dan tempe dengan harga terjangkau,” pungkas Syailendra.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X