IHSG Masih Bisa Lanjutkan Kenaikan? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Kompas.com - 22/02/2021, 08:10 WIB
Suasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSuasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan bergerak menguat pada Senin (22/2/2021). Akhir pekan lalu, IHSG ditutup menguat 0,51 persen pada level 6.231,93.

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, secara teknikal IHSG menguat membentuk candle dengan body naik dan shadow di bawah indikasi kekuatan naik terbatas.

“IHSG berpeluang konsolidasi menguat dengan support di level 6.173 sampai dengan 6.090 dan resistance di level 6.281 sampai 6.314,” kata Hans dalam rekomendasinya, Minggu (21/2/2021).

Baca juga: Apa Itu Biaya Provisi pada KPR Bank?

Adapun beberapa sentimen yang mendorong penguatan terbatas pada IHSG, antara lain paket stimulus fiskal AS yang rencananya akan di loloskan sebelum akhir Februari 2021. Hal ini disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS, Nancy Pelosi beberapa waktu lalu.

Hans mengatakan, partai Demokrat sedang berupaya agar stimulus fiskal rencana bantuan Covis-19 baru senilai 1,9 triliun dollar AS bisa di loloskan sebelum akhir Februari 2021. Sementara itu, pemimpin Kongres dari kubu Demokrat sedang mencoba untuk meloloskan paket tanpa suara dari Partai Republik.

Dari domenstik, sentimen positif muncul dari hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pekan lalu memutuskan untuk menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 3,50 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 2,75 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, pemerintah memberi stimulus untuk sektor properti dimana stimulus pertama adalah 100 persen LTV untuk rumah pertama kedua dan ketiga. Sementara stimulus kedua adalah pelonggaran pencairan kredit properti.

“Sentimen positif harapan stimulus fiskal di akhir bulan Februari serta berbagai stimulus yang didorong oleh otoritas dalam negeri agar perekonomi dapat tumbuh positif di kuratal I 2021, menjadi sentimen positif IHSG,” jelas Hans.

Namun sentimen negatif yang muncul juga menahan penguatan IHSG, yakni naiknya yield Obligasi Pemerintah Amerika Serikat dan pasar saham sudah mendiskon Sebagian besar sentimen positif yang ada di pasar.

Yield US Treasury 10 dan 30 tahun beberapa minggu ini naik ke level tertinggi. Hal ini karena perkiraan pemulihan ekonomi terjadi akibat vaksin dan stimulus fiskal yang akhirnya akan mendorong inflasi naik. Hal ini berpotensi menyebabkan bunga naik di jangka Panjang. Investor obligasi khawatir the Fed akan mengurangi pembelian aset akibat pemulihan ekonomi.

Baca juga: IHSG Ditutup Menguat di Akhir Pekan

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.