Muncul Julukan "Luhut Lagi, Luhut Lagi", Ini Respons Luhut

Kompas.com - 25/02/2021, 15:38 WIB
Menko bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Ketua Umum PB PASI Luhut Binsar Pandjaitan menyapa serta memberikan pembekalan kepada para atlet atletik di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (29/1/2021). Dokumentasi Facebook Resmi Luhut Binsar PandjaitanMenko bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Ketua Umum PB PASI Luhut Binsar Pandjaitan menyapa serta memberikan pembekalan kepada para atlet atletik di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (29/1/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menjawab alasan kenapa ia selalu terlibat dalam segala urusan hingga muncul sebutan "Luhut lagi, Luhut lagi".

Sebab, ia kerap ditunjuk untuk mengisi sementara jabatan pemerintah yang kosong atau menjalankan tugas tertentu atas perintah Presiden Joko Widodo.

"Sebenarnya enggak Luhut lagi, Luhut lagi. Saya luruskan. Sebenarnya kalau mau saya kerjakan sesuatu itu, saya tidak mau tidak holistik dan tidak terintegrasi," ujar Luhut dalam CNBC Economic Outlook, Kamis (25/2/2021).

Baca juga: OJK Tak Masalah Ada Bank Digital, asalkan...

Sebab, menurut dia, dengan adanya integrasi dan holistik segala urusan dapat terselesaikan.

"Karena saya lihat, kalau tidak holistik dan tidak terintegrasi pasti enggak akan tuntas. Itu yang saya buat," ucap Luhut.

Oleh karena itu, integrasi tersebut dibutuhkan. Termasuk kementerian yang diluar Kemenko Marves.

Di bawah koordinasinya, Luhut menyebutkan sejumlah kementerian yang ia tangani.

Kementerian tersebut meliputi Kementerian PUPR, Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR), Kementerian Perhubungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dan Kementerian Pariwisata.

Baca juga: BI Minta Bank Percepat Penurunan Bunga Kredit, Ini Kata Bos BRI

Luhut juga mengurus hal yang berbau investasi yang menurut Luhut cakupannya begitu luas.

"Jadinya harus melibatkan kementerian-kementerian bahkan di luar dari portofolio saya. Tapi kan portofolio saya ada ATR, PUPR, KLHK, Kementerian Perhubungan, pariwisata, investasi, itu kan sudah luas sekali," kata dia.

Namun, yang terpenting bagi mantan Komandan Satgas Tempur Khusus Pasukan Kopassus (Detasemen-86) ini adalah menyelesaikan tugas yang diperintahkan oleh Presiden Jokowi.

"Pokoknya tugas saya diperintahkan presiden, ya saya selesaikan," ucap dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X