Menko Airlangga: 1,2 Juta Orang Telah Dapat Vaksin Covid-19

Kompas.com - 25/02/2021, 17:01 WIB
Pemuka agama menjalani vaksinasi Covid-19 Sinovac di kawasan Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Kamis (25/2/2021). Kegiatan yang terselenggara atas kerja sama Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan ini menargetkan vaksinasi 10 ribu tokoh agama. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPemuka agama menjalani vaksinasi Covid-19 Sinovac di kawasan Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Kamis (25/2/2021). Kegiatan yang terselenggara atas kerja sama Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan ini menargetkan vaksinasi 10 ribu tokoh agama.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan,  sudah 1,2 juta orang telah mendapatkan vaksin Covid-19 hingga 22 Februari 2021.

Adapun jumlah orang yang sudah mendapatkan suntikan kedua pada vaksinasi tahap I mencapai 737.824 orang.

"Sampai 22 Februari vaksinasi telah diberkan kepada 1,2 juta orang. Target fase pertama dosis kedua telah diberkan ke 737.824 orang," ujar Airlangga dalam acara Economic Outlook CNBC Indonesia TV, Kamis (25/2/2021).

Baca juga: Luhut Sebut 2 Juta Vaksin Covid-19 untuk Mandiri Masuk ke Indonesia pada Maret 2021

Untuk diketahui, pada tahap pertama, vaksinasi ditujukan kepada tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang serta mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan profesi kedokteran yang bekerja pada fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes).

Saat ini, sedang berlangsung vaksinasi tahap kedua yang ditujukan kepada pekerja publik hingga lansia.

Harapannya, bila proses vaksinasi bisa berjalan lancar, herd immunity bisa tercapai.

"Kita sudah masuk pada faslitas kelompok lansia, pekerja publik. Dan vaksinasi didorong agar bisa herd immunity yang bisa segera dicapai," ungkapnya.

Airlangga mengatakan, pemerintah akan terus menerapkan kebijakan untuk menenkan angka persebaran Covid-19.

Salah satu kebijakan yang menurut dia efektif yakni Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

Pemerintah pun telah memperpanjang pelaksanaan PPKM Mikro di 123 kabupaten/kota sampai dengan 8 Maret 2021. Pelaksanaan aturan ini dilakukan di tujuh provinsi di Jawa dan Bali hingga ke tingkat RT, RW, dan kelurahan di masing-masing daerah.

"Ini terbukti mampu menekan kasus aktif. Dimana per 23 Februari tahun ini tercatat 158.604 angka kematian 2,7 persen dan menurunkan bed occupancy ratio kurang dari 70 persen, nilai kesembuhan juga naik 85,1 persen dibanding global 78,3 persen," ujar Airlangga.

Baca juga: Erick Thohir: Vaksinasi Mandiri Butuh 7,5 Juta Dosis Vaksin Covid-19



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X