Dari Tancap Cabe Bawang hingga Buang Garam dari Pesawat Terbang

Kompas.com - 11/03/2021, 16:00 WIB
Pilot pesawat CN-295 ketika menggelar operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), Kamis (9/1/2020). KOMPAS.com/ACHMAD NASRUDIN YAHYAPilot pesawat CN-295 ketika menggelar operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), Kamis (9/1/2020).

KOMPAS.com - Sudah sejak lama, permasalahan turun hujan sesekali terasa mengganggu jalannya upacara atau hajatan. Seiring dengan itu, sudah sejak lama pula berkembang “ilmu” menolak hujan demi lancarnya sebuah perhelatan di tengah musim penghujan.

Tidak aneh, berkembang pula sedemikian banyak metode dalam berusaha menolak datangnya hujan. Pada dasarnya metode penolak datangnya hujan terdiri dari dua cara yaitu menerapkan ilmu pengetahuan dan menggunakan ilmu ghaib yang sulit dijelaskan, akan tetapi ternyata “ada” atau “bisa” berhasil dengan sukses.

Sejak dahulu telah dikenal beberapa cara menolak turunnya hujan antara lain dengan menancapkan tusukan lidi ke cabe dan bawang, melempar CD (Celana Dalam) ke atas genting dan lain lain.

Berikutnya ada pula pawang hujan yang sanggup menolak atau menunda turunnya hujan demi lancarnya hajatan dan atau upacara. Sulit untuk dapat percaya. Namun pada kenyataannya tidak sedikit yang berhasil. Pawang hujan bahkan telah tampil sebagai salah satu bidang “profesi” yang cukup eksis di masyarakat.

Baca juga: Membahas Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta...

Konon upacara di tingkat intenasional bahkan kerap ada pula yang menggunakan jasa pawang hujan.

Pada awal tahun 2021 dan sebenarnya sudah dimulai setidaknya sejak dua dekade belakangan ini, ternyata sudah ada kemampuan dalam merekayasa turunnya hujan dengan memanfaatkan teknologi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tidak semata menolak hujan, akan tetapi lebih kepada mempercepat turunnya hujan pada kawasan tertentu atau mengusahakan turunnya hujan dikala musim kemarau. Teknologi tersebut juga dikenal sebagai teknologi rekayasa hujan buatan. Metode ini belakangan dipromosikan sebagai Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

Kegiatan TMC dilakukan melalui kerja sama yang erat beberapa instansi terkait antara lain BMKG, TNI Angkatan Udara, BPPT dan BNPB.

Saat menghadapi bahaya banjir di Ibukota yang tidak kunjung selesai sebagai akibat lemahnya manajemen dalam tata kelola pengelolaan aliran air hujan di Jakarta, telah diambil solusi menggunakan metode TMC untuk membantunya.

Berikut ini kutipan dari pemberitaan yang beredar mengenai penerapan TMC dalam upaya menanggulangi banjir di Jakarta:

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X