Kompas.com - 29/03/2021, 07:40 WIB
Petugas kepolisian melakukan pemeriksaan di sekitar sisa-sisa ledakan dugaan bom bunuh diri di depan Gereja Katolik Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021). Ledakan bom di gereja tersebut mengakibatkan dua korban tewas yang diduga pelaku bom bunuh diri serta melukai 14 orang jemaat dan petugas gereja. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/foc. ANTARA FOTO/ABRIAWAN ABHEPetugas kepolisian melakukan pemeriksaan di sekitar sisa-sisa ledakan dugaan bom bunuh diri di depan Gereja Katolik Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021). Ledakan bom di gereja tersebut mengakibatkan dua korban tewas yang diduga pelaku bom bunuh diri serta melukai 14 orang jemaat dan petugas gereja. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/foc.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, yang terjadi pada Minggu (28/3/2021) kemarin berpotensi mengganggu iklim usaha nasional.

Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Sarman Simanjorang mengatakan, kejadian tersebut mengganggu keyakinan para investor.

"Kejadian ini tentu akan mempengaruhi iklim usaha dan investasi kita dan sedikit banyak berbagai program yang dilakukan pemerintah  untuk menggaet investor masuk ke Indonesia," katanya dalam keterangan tertulis, Senin (29/3/2021).

Baca juga: Kilang Minyak Balongan Terbakar, Ini Kata Pertamina

Ia pun mengutuk dan sangat menyayangkan ledakan yang terjadi di depan Gereja Katedral Makassar itu.

Pasalnya, kejadian tersebut juga berpotensi mengganggu upaya pemerintah dalam melakukan pemulihan ekonomi nasional.

"Ini menjadi perhatian kita bersama untuk mengantisipasinya agar jangan terulang kembali," ujar Sarman.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Oleh karenanya, Sarman mendorong pihak Polri untuk segera mengusut tuntas kejadian  yang mengakibatkan sekitar 20 orang terluka itu.

Baca juga: Ini Beda Investor dan Spekulator Menurut Lo Kheng Hong

"Semakin cepat aparat keamanan  menuntaskan ini akan mempengaruhi psikologis investor untuk tidak ragu masuk dan berinvestasi di Indonesia," katanya.

Selain itu, Sarman pun mengajak para pelaku usaha untuk tetap menjalankan bisnisnya dengan lebih waspada.

"Terlebih sektor usaha yang mendatangkan pengunjung seperti mall, pusat perkantoran, restoran, pusat-pusat perdagangan agar meningkatkan pengawasan yang merupakan deteksi dini," ucapnya.

Baca juga: Cerita Kosmas, Sekuriti Gereja Katedral yang Mengadang Pelaku Bom Bunuh Diri Masuk ke Gereja

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.