Proyek Tol Semarang-Demak Rambah Hutan Bakau Pantura, Ini Kata PUPR

Kompas.com - 05/04/2021, 16:06 WIB
Progres pembangunan Tol Semarang-Demak Seksi dua di Desa Sidogemah, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah Selasa (26/1/2021). Dokumentasi Pemprov JatengProgres pembangunan Tol Semarang-Demak Seksi dua di Desa Sidogemah, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah Selasa (26/1/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagian proyek jalan tol Semarang-Demak sebagian merambah ke wilayah hutan mangrove atau di pesisir Pantai Utara Jawa Tengah.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengklaim tidka mengabaikan prinsip kelestarian lingkungan dan keberkelanjutan dalam pembangunan infrastruktur, selain dalam upaya pertumbuhan ekonomi dan daya saing.

Dalam upaya meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan dari pembangunan Tol Semarang - Demak, Kementerian PUPR bekerja sama dengan Pemerintah Daerah menyiapkan program relokasi lahan mangrove.

Hutan bakau yang terkena proyek itu berada di sekitar pembangunan Seksi 1 Tol Semarang-Demak ruas Semarang-Sayung. Terdapat 3 lokasi kawasan mangrove yang akan direlokasi dengan total luas kurang lebih 46 hektare.

Baca juga: Deretan 7 Jalan Tol Terpanjang di Indonesia

“Prinsip-prinsip pembangunan infrastruktur berbasis lingkungan dan berkelanjutan menjadi komitmen Kementerian PUPR mulai dari tahap survei, investigasi, desain, pembebasan tanah (land acquisition), konstruksi, hingga operasi dan pemeliharaan (Sidlacom),” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dikutip dari Kontan, Senin (5/4/2021).

Sistem akar pohon bakau yang kokoh membantu membentuk penghalang alami terhadap gelombang badai dan banjir.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sedimen sungai dan darat terperangkap oleh akar, yang melindungi daerah garis pantai dan memperlambat erosi.

Selain sebagai paru-paru kota, upaya pelesatarian kawasan mangrove tersebut bertujuan untuk mempertahankan fungsi hutan mangrove sebagai habitat flora dan fauna di pesisir Pantai Utara Jawa serta melindungi daerah garis pantai, termasuk mengurangi risiko abrasi.

Baca juga: Mengapa Kapal Berbendera Panama Menguasai Lautan Dunia?

Keberadaan Tol Semarang - Demak akan meningkatkan konektivitas di wilayah Jawa Tangah bagian utara sekaligus menghubungkan kawasan-kawasan strategis seperti pelabuhan, bandara, kawasan industri, dan kawasan pariwisata, khususnya Demak sebagai kawasan wisata religi.

Tol Semarang - Demak dibangun dengan skema Kerja Sama Badan Usaha dengan Pemerintah (KPBU) sepanjang 27 km akan terintegrasi dengan Tanggul Laut Kota Semarang sekaligus untuk menanggulangi rob yang kerap terjadi di Semarang.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.