Asosiasi Prediksi Harga Cabai Berangsur Turun Dalam Waktu Dekat

Kompas.com - 08/04/2021, 12:38 WIB
Cabai dijual di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur, Jumat (5/3/2021). KOMPAS.com/NIRMALA MAULANA ACHMADCabai dijual di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur, Jumat (5/3/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat pangan IPB sekaligus Ketua Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI) Dwi Andreas Santoso mengatakan, dalam waktu dekat ini kondisi harga komoditas cabai di pasaran secara perlahan akan berangsur turun.

Menurut Dwi, kenaikan yang terjadi selama ini merupakan siklus musiman biasa yang disebabkan cuaca ekstrem seperti curah hujan tinggi.

Siklus ini bahkan sudah diamati sejak 7 tahun terakhir, di mana setiap puasa dan lebaran harga komoditas utama seperti cabai, bawang dan ayam potong akan mengalami kenaikan.

Baca juga: Pedasnya Cabai Rawit Masih Jadi Penyumbang Inflasi Maret 2021

"Sebenarnya tidak ada kaitannya dengan Ramadhan atau Lebaran. Kenaikan ini hanya siklus musiman biasa akibat cuaca ekstrim dan kalau kita perhatikan saat ini nampaknya mulai kembali normal," ujar Dwi dalam siaran persnya, dikutip Kompas.com, Kamis (8/4/2021).

Di sisi lain Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Hendriadi mengaku selama ini pemerintah sudah melakukan analisis dan berbagai perhitungan untuk menjaga stabilitas harga komoditas utama, baik dari sisi produsen maupun dari sisi konsumen.

"Secara nasional ketersediaan pangan kita aman. Bahkan pemerintah sudah melakukan perhitungan perhitungan sampai bulan Mei atau paska lebaran. Tentu kewajiban kami adalah menjaga harga di tingkat produsen maupun konsumen. Dua hal ini yang kita jaga bersama jajaran Kemendag," kata Agung.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Perhitungan yang dimaksud yakni dengan mengintervensi pemerintah di saat kondisi harga mulai tidak stabil.

Baca juga: Pedagang Pasar Keluhkan Masih Tingginya Harga Cabai Rawit Merah

Salah satunya dengan memobilisasi daging dari sentra produksi sampai ke pasar.

"Begitu iuga dengan komoditas cabai yang naik karena faktor cuaca. Kami intervensi sehingga masyarakat bisa membelinya dengan harga yang murah. Dan kami pastikan dalam waktu dekat ini harga cabai akan turun," jelas Agung.

Di samping itu, pemerintah secara rutin memonitoring situasi dan pergerakan harga di lapangan yang dilakukan selama 2 minggu sekali.

Hasil monitoring ini selanjutnya dicocokkan dengan data yang dimiliki Badan Pusat Statistik (BPS).

"Oleh karena itu segala macam upaya kita lakukan. secara continue kita melakukan pertemuan rutin dan melakukan intervensi antar lembaga pemerintah, sehingga kenaikan yang terjadi tidak lebih dari 10 persen," ucap dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.