Kompas.com - 10/04/2021, 09:30 WIB
Ilustrasi petani tebu KOMPAS.COM/MOH. SYAFIÍIlustrasi petani tebu

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) berharap pemerintah bisa memberikan perhatian khusus kepada para petani tebu.

Salah satunya adalah dengan menaikkan harga pembelian tebu di tingkat petani yang selama 5 tahun belakangan membutuhkan biaya produksi yang cukup tinggi.

"Biaya produksi naik sementara kenaikan harga dalam 5 tahun terakhir belum ada. Kami berharap pada musim giling tahun ini ada kebijaksanaan dari Menteri Perdagangan. Mimpi kami semoga harga naik jadi Rp 11.500 per kilogram di tingkat petani," ujar Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Soemitro Samadikoem dalam acara Rakernas APTRI yang disiarkan secara virtual, Jumat (9/4/2021).

Baca juga: Tidak Dapat Pasokan Gula Rafinasi, Sejumlah Industri Mamin Tutup Operasi

Soemitro mengakui sebenarnya para petani pada dasarnya ingin harga gula bisa murah dengan cara meningkatkan produksi tebu. Namun menurut dia, hal ini susah dicapai karena banyak faktor yang tidak mendukung.

Misalnya saja untuk mendapatkan pupuk bersubsidi, para petani tebu mengaku sulit. Begitupun dengan pupuk non-subsidi.

"Sekali lagi, maaf bila keinginan kami terlalu tinggi, namun itu wajar karena sejak 2016 haha gula di tingkat petani masih Rp 9.600," ucap dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.