Kompas.com - 17/04/2021, 11:19 WIB
Pekerja memasang pelang bertuliskan TMII dalam penguasaan dan pengelolaan Kemensetneg di depan gerbang TMII, Jakarta, Rabu (7/4/2021). Pemerintah melalui Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) mengambil alih pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dari Yayasan Harapan Kita. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/foc. ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHAPekerja memasang pelang bertuliskan TMII dalam penguasaan dan pengelolaan Kemensetneg di depan gerbang TMII, Jakarta, Rabu (7/4/2021). Pemerintah melalui Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) mengambil alih pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dari Yayasan Harapan Kita. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/foc.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah bakal mengasuransikan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sebagai Barang Milik Negara (BMN).

Hal ini menyusul pengambilalihan tempat rekreasi itu oleh pemerintah, tecermin dari ditandatanganinya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 19 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

"Nanti termasuk asuransi (TMII), karena tahun ini kita targetnya semua diasuransikan," kata Direktur Barang Milik Negara (BMN) Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Encep Sudarwan dalam konferensi video, Sabtu (17/4/2021).

Baca juga: Aset TMII Capai Rp 20,5 Triliun, Kemenkeu: Baru Tanahnya Saja

Encep menuturkan, asuransi TMII bakal dilakukan secara bertahap. Bangunan-bangunan di dalamnya seperti gedung kantor menjadi yang pertama kali akan diasuransikan.

Kendati demikian, pihaknya perlu menghitung valuasi dan menginventarisasi aset-aset di dalamnya, termasuk tanah dan bangunan.

Besaran asuransi bakal diketahui setelah tim menginventarisasi tempat wisata yang sebelumnya di kelola Yayasan Harapan Kita itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Makanya ini sedang dilakukan, kita valuasi tanahnya dan bangunannya. Kita lihat mana yang perlu diasuransikan. Prinsipnya semua BMN harus diasuransikan," tutur Encep.

Saat ini, kata Encep, nilai aset yang baru diketahui adalah tanah sebesar Rp 20,5 triliun.

Baca juga: Kemenkeu Ungkap TMII Tak Pernah Bayar PNBP, Bukan Pajak

Bangunan lain yang dikelola oleh daerah sebagai Barang Milik Daerah (BMD) dan pihak yang bekerjasama dengan pengelola masih dalam tahap revaluasi.

Pengecekan juga termasuk mendata pihak mana saja yang diajak bekerja sama, bentuk kerja sama, panjang waktu kontrak kerja sama, dan jumlah karyawan.

"Di situ banyak, ada sepuluh K/L, ada museum inovasi, ada 31 anjungan, ada kerja sama dengan mitra. Dan teman-teman sekarang sedang mengecek detilnya," ucap dia.

Sebagai informasi, TMII sebelumnya dikelola oleh Yayasan Harapan Kita sejak tahun 1977, atau sudah 44 tahun. Yayasan Harapan Kita merupakan yayasan yang didirikan oleh istri Presiden Soeharto, Tien Soeharto.

Setelah diambilalih negara, yayasan diberi waktu selama 3 bulan untuk menyerahkannya kepada Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) sebagai pengelola.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.