Dampak Pandemi, Perempuan di Seluruh Dunia Kehilangan Pendapatan Rp 11.600 Triliun

Kompas.com - 01/05/2021, 08:25 WIB
ilustrasi SHUTTERSTOCKilustrasi
Penulis Mutia Fauzia
|

NEW YORK, KOMPAS.com - Dampak pandemi Covid-19 terhadap perempuan dilaporkan lebih parah dibandingkan dengan laki-laki. 

Dilansir dari CNN, Sabtu (1/5/2021) Oxfam International melaporkan, kerugian yang dialami oleh perempuan di seluruh dunia sepanjang tahun 2021 lalu mencapai 800 miliar dollar AS atau sekitar Rp 11.600 triliun (kurs Rp 14.500).

Kerugian tersebut berupa kehilangan pendapatan lantaran jutaan perempuan di dunia harus kehilangan pekerjaan mereka. Selain itu, banyak pula di antara mereka yang harus menanggung beban merawat keluarga dan memenuhi kebutuhan pendidikan anak di tengah pandemi.

Baca juga: Oxfam: Kekayaan 22 Miliarder Dunia Lebih Besar Dibanding Harta Milik Semua Perempuan di Afrika

Total jumlah kerugian tersebut lebih besar dibandingkan Produk Domestik Bruto (PDB) dari 98 negara di dunia. Selain itu, jumlah tersebut juga lebih besar jika dibandingkan dengan total kapitalisasi pasar saham Amazon yang mencapai 700 miliar dollar AS, serta belanja pemerintah Amerika Serikat di tahun 2020 lalu yang mencapai 721,5 miliar dollar AS.

"Merosotnya perekonomian akibat pandemi Covid-19 berdampak lebih parah terhadap perempuan, yang secara tidak proporsional direpresentasikan melalui sektor-sektor dengan upah rendah, keuntungan kecil, dan pekerjaan-pekerjaan yang cenderung tidak aman," ujar Executive Director Oxfam International Gabriela Bucher.

"Alih-alih memperbaiki hal tersebut, pemerintah justru memperlakukan pekerjaan perempuan sebagai hal yang bisa diabaikan, dan hal itu menyebabkan  kerugian berupa kehilangan upah hingga 800 miliar dollar AS bagi mereka yang bekerja secara normal," jelas dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Kata Sri Mulyani, Perempuan Lebih Rentan Terdampak Covid-19

Organisasi tersebut mencatatkan, total kehilangan pendapatan tersebut merupakan perkiraan yang konservatif. Jumlah tersebut belum memperhitungkan jumlah pendapatan perempuan yang hilang bagi mereka yang bekerja di sektor informal. 

Secara global, perempuan menyumbang lebih dari 64 juta pekerjaan yang hilang tahun lalu. Jumlah tersebut setara dengan 5 persen dari keseluruhan pekerjaan yang dilakukan oleh perempuan. Sementara untuk laki-laki kehilangan 3,9 persen dari total jumlah pekerjaan yang dilakukan.

"Covid-19 telah menjadi pukulan telak bagi kemajuan yang terjadi terhadap perempuan di dunia kerja dalam beberapa waktu belakangan," ujar Bucher.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.