Pamerkan Batik hingga Tas Kulit di Afrika, UMKM Jabar Bidik Pasar Namibia

Kompas.com - 06/06/2021, 10:53 WIB
Pamerkan produk kerajinan khas Indonesia, pekaku UMKM asal Jawa Barat bidik pasar Afrika Selatan, khususnya Namibia. Dok. Tim Fungsi Pensosbud KBRI WindhoekPamerkan produk kerajinan khas Indonesia, pekaku UMKM asal Jawa Barat bidik pasar Afrika Selatan, khususnya Namibia.

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 tak menjadi penghalang bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) asal Jawa Barat (Jabar) menembus pasar mancanegara.

Sebanyak 12 UMKM Jabar di bawah naungan Association of Exporters and Producers of Indonesian Handicraft (ASEPHI) atau Asosiasi Exportir dan Produsen Kerajinan Indonesia memamerkan produk kerajinan di Windhoek, Namibia, Afrika, dalam perhelatan bertajuk “From Village to Global Market” yang berlangsung sejak 18 Mei-10 Juni 2021 di pusat produk UMKM Namibia, Omba Gallery.

Pameran produk UMKM Indonesia tersebut merupakan kolaborasi antara Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Windhoek, ASEPHI Jabar, dan Namibian Craft Center.

Baca juga: Angin Segar di Tengah Pandemi, Petani di Jembrana Ekspor 12 Ton Kakao ke Belanda

Duta Besar (Dubes) RI Windhoek Wisnu Edi Pratignyo mengatakan, pameran tersebut merupakan ajang perkenalan produk UMKM Indonesia kepada masyarakat Namibia dan warga asing yang berada di Namibia.

"Melalui pameran ini, kami berharap dapat membuka jalan dan peluang bagi UMKM Indonesia untuk menembus pasar Afrika, khususnya Namibia," ujar Wisnu dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Minggu (6/6/2021).

Duta Besar (Dubes) RI Windhoek Wisnu Edi Pratignyo berharap, pameran yang digelar KBRI Windhoek dan ASEPHI dapat membuka jalan dan peluang bagi UMKM Indonesia untuk menembus pasar Afrika.Dok. Tim Fungsi Pensosbud KBRI Windhoek Duta Besar (Dubes) RI Windhoek Wisnu Edi Pratignyo berharap, pameran yang digelar KBRI Windhoek dan ASEPHI dapat membuka jalan dan peluang bagi UMKM Indonesia untuk menembus pasar Afrika.

Pada kesempatan tersebut, UMKM Indonesia di Kota Windhoek menampilkan beragam produk kerajinan, mulai dari baju batik, produk sulam, asesoris, perhiasan wanita, keramik, tas kulit, hingga sepatu.

Ke depannya, KBRI Windhoek mengaku berencana untuk mempromosikan produk UMKM asal Jabar tersebut di ajang pameran lainnya di Namibia.

Baca juga: Berdayakan Petani Kakao di Jembrana, LPEI Sabet Global CSR Award

Pameran-pameran tersebut di antaranya adalah Ongwediva Trade Fair pada akhir Agustus 2021 dan promosi seni budaya KBRI dalam bentuk batik workshop dan fashion show pada awal Juli 2021.

Bak gayung bersambut, pameran yang diinisiasi KBRI itu direspons positif  Expert Coordinator Omba Gallery, Jurgen Werz.

Jurgen mengatakan, Omba Gallery terbuka untuk berbagai bentuk promosi. Tidak hanya produk kerajinan, tetapi juga seni dan budaya.

Baca juga: Fokus Berjualan Daring Selama Pandemi, Merek Sneakers Asal Klaten Tembus Pasar Global

"Kami puas bekerja sama dengan Indonesia. Ke depannya, kami berharap dapat menjalin kolaborasi yang lebih erat dengan KBRI dalam upaya peningkatan keahlian para pengrajin," terang Jurgen.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.