Pangkas Jumlah Armada, Garuda Indonesia Kini Beroperasi Hanya dengan 53 Pesawat

Kompas.com - 10/06/2021, 10:30 WIB
Pesawat Garuda Indonesia Doumen humas Kementerian PariwisataPesawat Garuda Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mengurangi jumlah armada pesawat yang dioperasikannya sepanjang pandemi Covid-19. Saat ini Garuda Indonesia hanya mengoperasikan 53 pesawat dari total 142 pesawat yang sempat dimiliki.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (10/6/2021), manajemen Garuda Indonesia menyatakan, penggunaan armada pesawat selama masa pandemi memang disesuaikan dengan kondisi market dan demand layanan penerbangan saat ini.

Secara rinci dari total 142 pesawat, sebanyak 136 pesawat dengan status sewa dan 6 pesawat milik perseroan. Terdiri dari jenis pesawat Boeing 777-300, Boeing 737-800, Boeing 737-8 Max, Airbus A330-200, Airbus A330-300, Airbus A330-900, CRJ1000 NextGen, dan ATR 72-600.

Baca juga: Penyakit Lama Garuda: Terbangi Rute Internasional yang Sepi Penumpang

"Adapun jumlah armada yang dioperasikan selama masa pandemi berkurang sehingga yang saat ini dioperasikan untuk mendukung operasional perusahaan ada pada kisaran 53 pesawat," ungkap manajemen Garuda Indonesia.

Kendati berada di dalam tekanan krisis keuangan, perseroan memastikan, kondisi pesawat yang dioperasikan adalah yang laik terbang (airworthy) sesuai dengan peraturan penerbangan yang telah disahkan oleh Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKUPPU) Kementrian Perhubungan.

Saat ini pun ada sebanyak 39 pesawat Garuda Indonesia yang berstatus dalam perawatan (maintenance).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk pesawat yang dalam kondisi tidak dioperasikan, pemeliharaannya tetap dilakukan, yaitu dengan perawatan prolong dan/atau perawatan berkala yang mengacu pada dokumen program perawatan yang diterbitkan oleh pabrikan pesawat/mesin dan telah disahkan oleh DKUPPU Kementrian Perhubungan.

Meski demikian, manajemen maskapai pelat merah ini mengakui ada sejumlah pesawat yang dalam status grounded atau dikembalikan ke perusahaan penyewa pesawat (lessor). Baru-baru ini Garuda Indonesia juga telah mengembalikan dua armada B737-800 NG ke salah satu lessor.

Menurut manajemen Garuda Indonesia, perseroan saat ini terus melakukan upaya negosiasi dengan lessor untuk pesawat bertatus grounded, di mana pendekatan yang di tempuh adalah untuk kembali dapat mengoperasikan atau melakukan early termination/ pengembalian pesawat.

"Tentunya hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan armada sesuai demand layanan penerbangan pada era kenormalan baru ini," jelas manajemen perseroan.

Baca juga: Garuda Indonesia Nunggak Gaji Karyawan Rp 327,8 Miliar, Ini Rinciannya

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.