Prediksi Saham Garuda Indonesia: Tinggal Tunggu Waktu Terjun Bebas ke Harga Rp 50

Kompas.com - 21/06/2021, 15:12 WIB
Seri pesawat boeing 737 NG (737-800) Garuda Indonesia. WikimediaSeri pesawat boeing 737 NG (737-800) Garuda Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Saham PT Garuda Indonesia (Persero) dengan kode GIAA sejak diputuskan untuk dihentikan sementara aktivitas perdagangannya di Bursa Efek Indonesia (BEI) membuat sejumlah analis berpendapat pesimistis.

Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang menilai, persoalan yang dialami Garuda Indonesia dianggap begitu berat sehingga harga jual saham GIAA diprediksikan bakal ditawarkan rendah, bisa mencapai Rp 50 per lembarnya.

"Persoalan GIAA sangat berat sekali. Saya perkirakan harga saham GIAA tinggal tunggu waktu terjun bebas ke harga Rp 50," kata Edwin kepada Kompas.com, Senin (21/6/2021).

Baca juga: Garuda Indonesia, Persoalan Visi, Mental, dan Moral Bangsa

Meskipun kupon sukuk nantinya bakal diupayakan oleh maskapai pelat merah ini untuk melunasi, tetapi menurut Edwin, tetap tak mampu mendorong kinerja perseroan hingga beberapa tahun ke depan.

"Kalaupun kupon sukuk bisa dibayar saat ini, bagaimana kelanjutan pembayaran ke depannya hingga jatuh tempo?" ujar Edwin.

"Bagaimana pembayaran lunas sukuk tersebut di tahun 2023 sebesar 500 juta dollar AS, di tengah banyak pesawat yang ditarik dan dikembalikan, dikuranginya destinasi penerbangan," imbuh dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pendapat senada juga dilontarkan Analis Artha Sekuritas, Dennies Christoper yang menyarankan bagi para investor untuk menghindari pembelian saham GIAA selama kondisi kinerja keuangan perusahaan belum membaik.

"Ya dihindari saja (pembelian saham GIAA). Selama masih pandemi, selama penerbangan masih dibatasi GIAA masih belum menarik. Sampai ada kepastian bayar utang," kata dia.

Baca juga: [POPULER MONEY] Harga Emas Batangan di Pegadaian Turun Tajam | Saham Garuda Indonesia Disuspensi

Sebagai informasi, BEI mesuspensi aktivitas perdagangan saham Garuda Indonesia di Papan Utama sejak Jumat (18/6/2021) lalu,

Mengutip keterbukaan informasi, penyebab keputusan suspensi kepada emiten dengan kode saham GIAA ini karena Garuda Indonesia menunda pembayaran jumlah pembagian berkala sukuk senilai 500 juta dollar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp 7,2 triliun.

Pihak BEI menjelaskan bahwa Garuda Indonesia telah menunda pembayaran Jumlah Pembagian Berkala Sukuk yang telah jatuh tempo pada tanggal 3 Juni 2021 dan telah diperpanjang pembayarannya dengan menggunakan hak grace periode selama 14 hari, sehingga jatuh tempo pada tanggal 17 Juni 2021.

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.