Kasus Positif Melonjak, Erick Thohir Tinjau Langsung Ketersediaan Obat Terapi Covid-19

Kompas.com - 22/06/2021, 05:37 WIB
Erick Thohir, Menteri Badan Usaha Milik Negara Indonesia ke-9 Kabinet Indonesia Maju yang dilantik oleh Presiden Joko Widodo pada 23 Oktober 2019 KOMPAS.com/SUCI RAHAYUErick Thohir, Menteri Badan Usaha Milik Negara Indonesia ke-9 Kabinet Indonesia Maju yang dilantik oleh Presiden Joko Widodo pada 23 Oktober 2019

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melakukan tinjauan langsung ke kantor pusat PT Indofarma (Persero), untuk memastikan ketersediaan stok obat-obatan terapi Covid-19, di tengah meningkatnya kasus positif virus tersebut.

“Kita tahu kondisi saat ini prihatin, karena itu dengab kondisi yang prihatin ini kita harus pastikan kembali bekerja lebih giat lagi,” ujar Erick dalam konferensi pers virtual, Senin (21/6/2021).

Baca juga: Sudah Dapat Izin Edar, Obat Ivermectin Dibanderol Mulai Rp 5.000

Berdasarkan hasil tinjauan yang dilakukan, Erick memastikan, dua jenis obat terapi Covid-19, yakni Oseltamivir dan Favipiravir stoknya masih sangat cukup.

Sementara untuk Remdesivisir, mantan bos Inter Milain itu mengakui, stoknya semakin terbatas.

“Tapi InsyaAllah di bulan Juli kita sudah pengadaan lagi,” kata dia.

Selain melakukan pengadaan, untuk memastikan ketersediaan stok ke depannya, BUMN farmasi akan memproduksi sendiri obat terapi Covid-19 jenis Oseltamivir dan Favipiravir.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Di bulan September kita sudah mendapatkan lisensi sehingga kita bisa menjaga kebutuhan,” kata Erick.

Baca juga: 5 Cara Menghindari Investasi Kripto Bodong

Indofarma juga telah mendapatkan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk obat terapi Covid-19 jenis Ivermectin.

Saat ini, Ivermectin dalam tahap penelitian di Balitbangkes dan bekerjasama dengan beberapa Rumah Sakit, termasuk rumah sakit dibawah Kementerian Pertahanan.

Dengan diperolehnya izin edar BPOM, Indofarma akan dapat memproduksi hingga 4 juta tablet Ivermectin 12 mg per bulan.

Erick menyebutkan, obat terapi yang dapat menjadi salah satu solusi Covid-19 itu, akan dapat dibeli dengan harga Rp 5.000-7.000 per butir.

“Ini luar biasa, harganya sangat murah,” ucap dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X