PPKM Darurat, Kapasitas Angkut Taksi Online Dibatasi 70 Persen

Kompas.com - 01/07/2021, 14:15 WIB
Salah satu Protokol J3K dari Gojek untuk mencegah penularan Covid-19 di masa transisi, yakni pemasangan ProtectShield di kendaraan GoCar. Dok. Humas GojekSalah satu Protokol J3K dari Gojek untuk mencegah penularan Covid-19 di masa transisi, yakni pemasangan ProtectShield di kendaraan GoCar.


JAKARTA, KOMPAS.com – Kapasitas angkut taksi online turut diatur di masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, mulai 3 Juli 2021.

Kebijakan PPKM Darurat tersebut berlaku mulai tanggal 3 Juli hingga 20 Juli 2021, khusus untuk wilayah di Pulau Jawa dan Bali.

Ketentuan mengenai kapasitas angkut taksi online terungkap dari sebuah dokumen berjudul “Panduan Implementasi Pengetatan Aktivitas Masyarakat Pada PPKM Darurat di Provinsi-Provinsi di Jawa Bali” yang bersumber dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves).

Baca juga: Aturan PPKM Darurat: Naik Pesawat, Bus, dan Kereta Wajib Pakai Kartu Vaksin

Tak hanya untuk taksi online, pembatasan kapasitas angkut di masa PPKM Darurat juga berlaku untuk moda transportasi umum lainnya, termasuk taksi konvensional dan mobil rental.

“Transportasi umum (kendaraan umum, angkutan masal, taksi (konvensional dan online) dan kendaraan sewa/rental) diberlakukan dengan pengaturan kapasitas maksimal 70 persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat,” demikian bunyi petikan dokumen tersebut, dikutip pada Kamis (1/7/2021).

Lebih lanjut, pemerintah juga menetapkan penggunaan kartu vaksin jadi syarat bepergian naik moda transportasi jarak jauh selama masa PPKM Darurat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Pelaku perjalanan domestik yang menggunakan moda transportasi jarak jauh (pesawat, bus dan kereta api) harus menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksin dosis I),” tulis dokumen tersebut.

Selain itu, disebutkan dalam dokumen yang sama, masih terdapat syarat lainnya untuk bisa bepergian menggunakan moda transportasi jarak jauh.

Baca juga: PPKM Darurat Berlaku 3 Juli, Pasar hingga Toko Kelontong Wajib Tutup Pukul 20.00

Syarat tersebut yaitu penggunaan hasil tes PCR dengan masa berlaku minimal H-2 keberangkatan untuk pesawat serta tes antigen dengan masa berlaku H-1 sebelum keberangkatan untuk moda transportasi jarak jauh lainnya.

Sebelumnya, pengumuman PPKM Darurat di Jawa Bali sudah disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam keterangannya di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (1/7/2021).

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.