Zyrex Pasok 165.000 Laptop Senilai Rp 700 Miliar buat Kemendikbud

Kompas.com - 29/07/2021, 13:01 WIB
Tampak belakang Zyrex Chromebook M432 ZyrexTampak belakang Zyrex Chromebook M432

JAKARTA, KOMPAS.com - Produsen laptop dalam negeri PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk (ZYRX) mendapatkan kontrak dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-ristek) untuk pengadaan 165.000 unit laptop senilai Rp 700 miliar.

Jumlah tersebut termasuk pesanan pengadaan laptop untuk sekolah yang menggunakan dana alokasi khusus (DAK) dalam program Digitalisasi Pendidikan.

"Dampak penandatanganan kontrak/perjanjian ini memberikan tambahan pendapatan kepada perseroan sebesar Rp 700 miliar," ujar Corporate Secretary Zyrex Evan Jordan dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (29/7/2021).

Baca juga: Indonesia Bikin Laptop Merah Putih, Berapa Besar Kandungan Lokalnya?

Ia menjelaskan, pesanan sebanyak 165.000 unit laptop itu datang dari dua distributor untuk memenuhi kebutuhan pengadaan di Kemendikbud-ristek dalam program Digitalisasi Pendidikan. Rencananya laptop-laptop tersebut akan dikirim ke sekitar 8.000 sekolah sebelum Desember 2021.

"Kami sanggup memproduksi total 317.000 laptop sehingga masih bisa menyuplai kebutuhan di DAK di tingkat provinsi, kebupaten, dan kota," ungkapnya.

Evan mengatakan, Zyrex baru saja menambahkan 4 lini produksi perakitan sehingga kini perseroan memiliki 8 lini produksi. Dengan demikian, kapasitas produksi Zyrex saat ini melebihi 430.000 laptop sehingga mampu memenuhi pengadaan laptop yang dipesan pemerintah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Harapannya dengan ada program Digitalisasi Pendidikan dapat meningkatkan minat belanja terhadap produk dalam negeri di bidang pendidikan, khususnya dalam teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang masih rendah dibanding produk impor," jelas dia.

Adapun pengadaan laptop buatan dalam negeri merupakan bagian dari rencana pengadaan produk TIK untuk PAUD, SD, SMP, SMA, SLB dan SMK sepanjang periode 2021-2024 yang mencapai 1,3 juta laptop senilai Rp 17 triliun.

Baca juga: Indonesia Bikin Laptop Merah Putih, Apa Itu?

Nilai itu belum termasuk yang dialokasikan via DAK provinsi, kabupaten, dan kota.

Sementara khusus di 2021 pemerintah pusat menganggarkan dana senilai Rp 1,3 triliun untuk pengadaan laptop sebanyak 190.000 unit yang akan dikirim ke 12.000 sekolah di seluruh Indonesia.

Selain itu, melalui DAK pendidikan di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota juga akan ada pengadaan 240.000 laptop.

Baca juga: Laptop Merah Putih Dipasarkan pada 2022, Berapa Harganya?



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.