Vaksinasi Masih Rendah, Sumbar dan Lampung Jadi Sorotan Presiden

Kompas.com - 21/09/2021, 11:09 WIB
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan sambutan peresmian vaksinasi Covid-19 untuk ibu hamil di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis Dok YouTube PP POGIMenteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan sambutan peresmian vaksinasi Covid-19 untuk ibu hamil di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, Presiden Joko Widodo menyoroti dua daerah di luar Pulau Jawa-Bali yang akselerasi vaksinasinya masih rendah.

Dua daerah tersebut adalah Sumatera Barat dan Lampung. Airlangga menyebut, dua daerah yang menjadi sorotan harus meningkatkan vaksinasi minimal 20 persen dari jumlah penduduk.

"Wilayah vaksinasi yang rendah secara khusus di luar Jawa, Pak Presiden memberi perhatian pada Sumatera Barat dan Lampung, ini agar terus ditingkatkan sehingga angka minimal 20 persen bisa dicapai," kata Airlangga dalam konferensi pers Perpanjangan PPKM, Selasa (21/9/2021).

Baca juga: PPKM Diperpanjang, Kantor Non Esensial Bisa WFO Maksimal 25 Persen

Saat ini, ada 10 kabupaten/kota yang masih menerapkan PPKM Level 4 hingga 4 Oktober 2021. Salah satu wilayah yang menerapkan adalah Kota Padang, Sumatera Barat.

Airlangga menuturkan, asesmen Level 4 disematkan kepada daerah dengan vaksinasi di bawah 50 persen dari penduduk. 10 kabupaten/kota yang masih menerapkan PPKM Level 4, ialah Aceh Tamiang, Pidie, Bangka, Padang, Banjarbaru, Banjarmasin, Balikpapan, Kutai Kartanegara, Tarakan, dan Bulungan.

Untuk itu dia meminta kepada daerah tersebut segera mengakselerasi vaksinasi sehingga kegiatan ekonomi bisa berjalan kembali.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Presiden memberikan arahan terkait dengan stok vaksin yang untuk segera dihabiskan dan tidak untuk ditahan," ucap Airlangga.

Untuk efektifitas dan fleksibilitas, pemerintah menambah besaran alokasi vaksin kepada TNI/Polri yang akan diberikan kepada warga dari 20 persen menjadi masing-masing 25 persen. Sementara Dinas Kesehatan (Dinkes) di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota sebesar 50 persen.

Selain akselerasi vaksin, pemerintah akan melakukan pengetatan pintu masuk baik melalui udara, laut dan darat. Pengetatan dilakukan untuk mencegah penyebaran varian baru Covid-19, yakni varian MU dan Lambda.

"Tentunya melibatkan seluruh stakeholder dan kita harus antisipasi terhadap varian baru tersebut. Kegiatan terkait dengan 3T dan penggunaan apk Pedulilindungi harus digunakan secara intensif," pungkas Airlangga.

Baca juga: PPKM Diperpanjang, Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Mal

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.