Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lion Parcel Luncurkan Layanan Ongkir Murah Mulai Rp 4.500

Kompas.com - 04/10/2021, 13:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Lion Parcel meluncurkan layanan terbarunya yaitu Jagopack, layanan pengiriman dengan ongkir sangat kompetitif, sebagai bentuk kontribusinya dalam pemulihan produktivitas dan ekonomi masyarakat.

Chief Executive Officer Lion Parcel Farian Kirana mengatakan, peluncuran Jagopack merupakan inisiatif Lion Parcel yang melihat kebutuhan para pelanggan yang terus berkembang dan bagaimana layanan logistik telah memiliki peran penting dalam aktivitas masyarakat yang serba terbatas di tengah pandemi.

"Kami memahami bahwa selain layanan pengiriman yang cepat dan andal, mudah diakses dan memiliki jangkauan luas, para pelanggang juga menjadikan ongkir murah sebagai salah satu pertimbangan utama dalam menentukan jasa logistik yang hendak mereka gunakan. Oleh karena itu kami meluncurkan Jagopack untuk menjawab kebutuhan dan ekspetasi tersebut," ujarnya saat peluncuran, Senin (4/10/2021).

Baca juga: Cara Cek Ongkir Pos Indonesia Lewat Handphone

Farian menjelaskan, layanan ini menawarkan ongkir mulai dari Rp 4.500 untuk pengiriman luar kota yang tersedia di lebih dari 40.000 rute.

Dengan adanya ongkir yang murah Jagopack diharapkan dapat semakin memacu percepatan roda transaksi ekonomi khusunya kalangan pelaku bisnis UMKM untuk mendukung produktivitas pengiriman barang mereka dengan lancar, efektif, dan efisien secara biaya.

Sementara itu, Chief Marketing Officer Lion Parcel Kenny Kwanto mengatakan, untuk semakin menguntungkan lagi, Jagopack dilengkapi promo SIKAT (Setengah Kilo Hemat), di mana berlaku kebijakan pembulatan ke bawah, tanpa perhitungan dimens (volumetrik).

"Sebagai contoh, apabila pelanggan mengirimkan paket dengan berat tanggung 1,9 kilogram maka ongkir yang dibayarkan hanya untuk 1,5 kilogram," jelas Kenny.

Kenny berharap layanan ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat luas, terutama para pelaku UMKM dalam mengakselerasi pengembangan serta pertumbuhan bisnisnya.

Baca juga: Ini Alasan Mengapa Cek Resi Pengiriman Gagal Dilacak

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BERITA FOTO: Sri Mulyani Optimis Pertumbuhan Ekonomi RI di Atas 5 Persen

BERITA FOTO: Sri Mulyani Optimis Pertumbuhan Ekonomi RI di Atas 5 Persen

Whats New
Ada Isu Biaya Haji Naik, Pegadaian Tawarkan Produk Pembiayaan Arrum Haji

Ada Isu Biaya Haji Naik, Pegadaian Tawarkan Produk Pembiayaan Arrum Haji

Rilis
Cara Daftar BBM Subsidi Pertamina Tanpa Aplikasi dan Syaratnya

Cara Daftar BBM Subsidi Pertamina Tanpa Aplikasi dan Syaratnya

Work Smart
BERITA FOTO: Fasilitas Data Center Area31 Resmi Beroperasi

BERITA FOTO: Fasilitas Data Center Area31 Resmi Beroperasi

Whats New
PUPR Kebut Pembangunan Akses Jalan di Labuan Bajo Sebelum Pelaksanaan ASEAN Summit

PUPR Kebut Pembangunan Akses Jalan di Labuan Bajo Sebelum Pelaksanaan ASEAN Summit

Rilis
IFG Targetkan Proses Migrasi Polis Jiwasraya Bisa Rampung Tahun Ini

IFG Targetkan Proses Migrasi Polis Jiwasraya Bisa Rampung Tahun Ini

Whats New
Imbas Merosotnya Bisnis Penjualan Ventilator, Philips akan PHK 6.000 Karyawannya

Imbas Merosotnya Bisnis Penjualan Ventilator, Philips akan PHK 6.000 Karyawannya

Whats New
Sri Mulyani Yakin Ekonomi RI Tetap Kuat meski IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan

Sri Mulyani Yakin Ekonomi RI Tetap Kuat meski IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan

Whats New
Menteri Teten: Inkubator Wirausaha Penting untuk Mengembangkan Usaha

Menteri Teten: Inkubator Wirausaha Penting untuk Mengembangkan Usaha

Whats New
Pastikan Ketersediaan Beras Aman, Mentan SYL: Januari-Maret Ada Overstock 3 Juta Ton

Pastikan Ketersediaan Beras Aman, Mentan SYL: Januari-Maret Ada Overstock 3 Juta Ton

Whats New
Kelanjutan Kasus Wanaartha Life, 600 Nasabah yang Mewakili 1.400 Polis Sudah Daftar ke Tim Likuidasi

Kelanjutan Kasus Wanaartha Life, 600 Nasabah yang Mewakili 1.400 Polis Sudah Daftar ke Tim Likuidasi

Whats New
Minyakita Langka, ID Food Minta Produsen Genjot Produksi

Minyakita Langka, ID Food Minta Produsen Genjot Produksi

Whats New
Bank Mandiri Salurkan Kredit Rp 1.202 Triliun di 2022, Paling Banyak Segmen Korporasi

Bank Mandiri Salurkan Kredit Rp 1.202 Triliun di 2022, Paling Banyak Segmen Korporasi

Whats New
Papan Pemantauan Khusus akan Meluncur Tahun Ini

Papan Pemantauan Khusus akan Meluncur Tahun Ini

Whats New
Dipanggil Jokowi ke Istana, Buwas: Bahas Harga Beras, Bukan 'Reshuffle'

Dipanggil Jokowi ke Istana, Buwas: Bahas Harga Beras, Bukan "Reshuffle"

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+