Kompas.com - 10/11/2021, 10:01 WIB
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif pada awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu (10/11/2021). Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS melemah pada perdagangan di pasar spot.

Melansir data RTI, pukul 09.09 WIB, IHSG sempet berada pada level 6.673,96 atau naik 4,01 poin (0,06 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 6.669,92. Namun pada pukul 09.30 WIB, IHSG menunjukan penurunan.

Sebanyak 253 saham melaju di zona hijau dan 134 saham di zona merah. Sedangkan 199 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 1,3 triliun dengan volume 2,8 miliar saham.

Baca juga: Rincian Harga Emas Antam Hari Ini Mulai dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Sementara itu, bursa Asia pagi ini merah dengan penurunan Nikkei 0,29 persen, Hang Seng Hongkong 0,28 persen, Shanghai Komposit 1,05 persen, dan Strait Times 0,61 persen.

Sedangkan Wall Street pada penutupan pagi ini merah dengan penurunan Dow Jones Industrial Average (DJIA) 0,31 persen, indeks S&P 500 melemah sebesar 0,35 persen, dan indeks acuan saham teknologi AS Nasdaq juga terkoreksi 0,6 persen.

Sebelumnya, Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper mengungkapkan, secara teknikal candlestick indeks membentuk higher high dan higher low dengan volume tinggi dan indikator stochastic yang melebar setelah membentuk goldencross.

“Pola tersebut mengindikasikan potensi penguatan dan akan uji resistance all-time high, dan IHSG diprediksi menguat. Pergerakan masih akan didukung rilis kinerja emiten kuartal III tahun 2021,” kata Dennies dalam rekomendasinya.

Baca juga: IHSG Diprediksi Menguat, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Adapun nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot pagi ini melemah. Melansir Bloomberg, pukul 09.01 WIB rupiah bergerak pada level Rp 14.268 per dollar AS, atau atau turun 18 poin (0,13 persen) dibanding penutupan sebelumnya di level Rp 14.250 per dollar AS.

Pengamat pasar uang Ariston Tjendra mengatakan, pasar mewaspadai kenaikan inflasi global yang bisa melambatkan pertumbuhan ekonomi.

"Pasar wait and see menunggu data inflasi dari 2 negara dengan perekonomian terbesar dunia. Nilai tukar rupiah kelihatannya sulit mempertahankan penguatannya hari ini terhadap dollar AS dengan pelaku pasar terlihat menarik diri dari aset berisiko pagi ini," kata Ariston kepada Kompas.com.

Ariston memproyeksikan hari ini rupiah bisa bergerak pada kisaran Rp 14.200 per dollar AS dengan potensi resisten di kisaran Rp 14.300 per dollar AS.

Baca juga: Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Terbaru

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.