PPKM Jawa-Bali, Ini 5 Bandara yang Dibuka untuk Penerbangan Internasional

Kompas.com - 16/11/2021, 09:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Penerapan PPKM berlevel di wilayah Jawa-Bali kembali diperpanjang selama dua pekan yakni 16-29 November 2021. Pada periode ini pembatasan pintu masuk internasional tetap diberlakukan.

Pengetatan pintu masuk internasional dilakukan pemerintah guna mengantisipasi dan mencegah masuknya varian virus baru Covid-19 ke Indonesia.

Kini pintu masuk perjalanan penumpang internasional untuk jalur udara hanya melalui 5 bandara. Terdiri dari Bandara Soekarno Hatta (Tangerang), Bandara Sam Ratulangi (Manado), Bandara Ngurah Rai (Bali), Bandara Hang Nadim (Batam), dan Bandara Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang).

Baca juga: Menko Airlangga: Kasus Covid-19 Turun, Cuma 1 Per 100.000 Penduduk

Ketentuan tersebut diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 60 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2, dan Level 1 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali.

Pada beleid yang diperbaruhui dan berlaku per 16 November 2021 itu, selain mengatur pintu masuk internasional dari jalur udara, juga mengatur pintu masuk internasional untuk jalur laut.

Pintu masuk dari jalur laut yang dapat menggunakan kapal pesiar (cruise) dan kapal layar (yacht), dibatasi hanya bisa masuk ke Indonesia melalui pelabuhan di Provinsi Bali dan Provinsi Kepulauan Riau.

Adapun aturan teknis terkait pelaksanaan ketentuan tersebut akan diatur lebih lanjut oleh Kementerian Perhubungan dan Satuan Tugas Covid-19 serta kementerian/lembaga terkait lainnya.

Sebelumnya, dalam penerapan PPKM Jawa-Bali hingga dua pekan ke depan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan untuk masyarakat tetap berhati-hati, terlebih dalam momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Hal itu karena terdapat indikasi peningkatan Rt atau angka reproduksi efektif, yang menunjukkan sinyal peningkatan kasus di Jawa-Bali dalam sepekan terakhir ini.

Khusus wilayah Jawa-Bali, 29 persen kabupaten/kota mengalami peningkatan kasus dibandingkan minggu lalu. Kemudian, 34 persen kabupaten/kota juga terjadi peningkatan orang yang dirawat.

"Kehati-hatian harus dilakukan terutama untuk menghadapi Nataru. Saat ini indikator Google Mobility yang memantau pergerakan masyarakat di Jawa-Bali menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan di atas periode Nataru tahun lalu dan mendekati posisi Periode Idul Fitri pada Mei-Juni 2021," kata Luhut dalam keterangannya, Senin (15/11/2021).

Baca juga: Pemerintah Bakal Larang Perayaan Tahun Baru, Luhut: Saya Mengajak Semuanya Tak Egois

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.