Perkuat Aksi Iklim, RI dan Korea Selatan Perluas Kerja Sama

Kompas.com - 27/11/2021, 18:10 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan Dok. Humas Kemenko Kemaritiman dan InvestasiMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan

JAKARTA, KOMPAS.com - Kerja sama di bidang kelautan antara Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan semakin terjalin erat.

Terbaru, pemerintah kedua negara memperluas kerja sama bilateral dalam memperkuat aksi iklim dan memulainya tahun depan.

Ini merupakan pertemuan kedua sebagai tindak lanjut dari kunjungan Menteri Samudera dan Perikanan Republik Korea ke Indonesia pada 13 Oktober lalu.

Baca juga: Mengapa Negara Singapura Lebih Berfokus pada Perdagangan dan Industri?

Terdapat empat poin area kerja sama yang dibahas dalam pertemuan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dengan Menteri Samudera dan Perikanan Republik Korea Moon Seong Hyeok, secara daring, Jumat (26/11/2021).

Poin pertama adalah karbon biru. Ekosistem karbon biru memiliki peran penting untuk penyerapan karbon. Indonesia memiliki mangrove dan padang lamun sebagai bagian dari ekosistem karbon biru,

"Saya setuju bahwa kita perlu melakukan pemetaan dan pemantauan ekosistem Blue Carbon dengan menggunakan teknologi remote sensing yang dikombinasikan dengan drone dan survei secara langsung. Saya pikir metodologi untuk pengukuran, pelaporan dan verifikasi sangat penting untuk dikembangkan dari mangrove dan padang lamun, dan saya ingin ini memulai penelitian ini dimulai di tahun 2022 mendatang," ujar Luhut dikutip dari siaran persnya, Sabtu (27/11/2021).

Menteri Moon menyampaikan tim pakar Republik Korea akan berkunjung ke Indonesia pada pertengahan Desember tahun ini untuk melakukan survei dan pengambilan data.

Baca juga: Dampak Negatif Perdagangan Internasional dan Langkah Mengatasinya

Pertemuan lanjutan diusulkan pada awal tahun 2022 untuk membicarakan progres perkembangan rencana kerja sama ini.

Luhut juga mengapresiasi perhatian Pemerintah Korea untuk bekerja sama dalam pembangunan persemaian mangrove. Hal ini akan sangat mendukung program rehabilitasi mangrove.

Indonesia mengajukan alternatif tiga lokasi untuk pilot project, yaitu di Brebes, Cilacap dan Belitung.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.