Chappy Hakim
KSAU 2002-2005

Penulis buku "Tanah Air Udaraku Indonesia"

Airbus A-400M Atlas atau Hercules C-130 J

Kompas.com - 30/11/2021, 05:07 WIB
Airbus A400M AirbusAirbus A400M

BELAKANGAN beredar berita tentang Indonesia akan membeli 2 buah pesawat terbang Airbus A-400M Atlas dan 4 lagi di masa datang. Sebelumnya terbetik berita bahwa Indonesia juga akan membeli pesawat terbang Hercules C-130 J seri terbaru produk industri pertahanan Amerika Serikat Lockheed Martin.

Dari berita tersebut maka bermuculanlah pertanyaan tentang kedua jenis pesawat angkut strategis (Strategic Airlifter) itu, mana yang lebih baik?

Sebagai perbandingan dapat diinformasikan tentang data awal dari kedua pesawat terbang tersebut. Airbus A400M Atlas pesawat baru yang terbang pertama tahun 2009 dan mulai digunakan untuk operasi di tahun 2013. Sampai dengan tahun 2021 baru diproduksi sebanyak 100 pesawat A400M Atlas. Pesawat Hercules C-130 J, produk yang terbang perdana pada tahun 1996 dan mulai beroperasi tahun 1999. Sampai tahun 2018 yang lalu saja Hercules C-130 J sudah di produksi sebanyak 400 pesawat.

Membicarakan kedua jenis pesawat tersebut menjadi menarik, karena belum lama ini tersiar kabar dari Inggris tentang bagaimana Angkatan Udara Inggris (RAF) bersikap terhadap penggunaan kedua jenis pesawat itu. Salah satu media yang menyajikan hal tersebut adalah The Aviation Geek Club yang memuat tulisan Dario Leone di bulan Maret tahun 2021 pada kolom Military Aviation.

Artikel tersebut berjudul “The RAF could soon retire the C-130 J and replacing it with the A400M – A move that would put SAS soldiers at risk”. Terjemahan bebasnya, Angkatan Udara Inggris dapat segera memensiunkan pesawat Hercules C-130 J dan menggantinya dengan A400M – Sebuah langkah yang akan membahayakan performa pasukan elit SAS (Special Air Service).

Dalam uraian dalam artikel itu disebutkan antara lain bahwa sebuah dokumen resmi telah menyebut C-130 J harus tetap dipertahankan dalam jajaran susunan tempur RAF karena Hercules sangat cocok dengan spesifikasi operational requirement dari pasukan SAS.

Pesawat A400M Atlas ukurannya terlalu besar untuk dapat digunakan pasukan elit dalam misi misi operasi khusus yang kerap dilaksanakan pada kawasan yang terpencil dan membutuhkan kelincahan manuver pesawat terbang pada ruang yang sempit. Hercules tidak hanya di gandrungi oleh pasukan SAS akan tetapi juga sangat memudahkan gerakan pasukan yang membutuhkan take off landing pada berbagai landasan pendek termasuk yang berada pada kawasan yang dikuasai musuh.

RAF sudah merencanakan untuk tetap menggunakan Hercules sampai dengan tahun 2035. Pertimbangannya adalah belum akan ada pesawat lain yang memiliki kemampuan atau performance yang sama atau lebih dari C-130 J sampai tahun 2035 dalam aspek melaksanakan berbagai misi operasi khusus penuh risiko.

A400M mungkin bisa lebih baik sebagai pesawat angkut barang akan tetapi tidak dalam misi misi khusus pada moda operasi taktis dan strategis di medan laga. Misi khusus yang biasa dilakukan pada medan yang berat dan ruang gerak yang terbatas (di medan perang dan atau pada misi kemanusiaan) hanya dapat dilakukan secara efisien oleh pesawat Hercules, tidak oleh pesawat yang ukurannya lebih besar.

Di sisi lain pesawat dengan ukuran besar adalah merupakan makanan empuk bagi sasaran tembak musuh. Pejabat pada komite pertahanan Inggris menekankan bahwa mengganti Hercules dengan A400M Atlas akan sangat membahayakan keselamatan pasukan SAS dan dapat menyebabkan kegagalan pelaksanaan operasi khusus yang selama ini dilakukan dengan sukses pada berbagai lokasi rawan.

Rencana mengganti Hercules dengan pesawat lain yang lebih besar dikatakannya sebagai sebuah hal serious strategic error. Pada intinya adalah Angkatan Udara Inggris bersikukuh untuk tetap menggunakan Hercules C-130 J sampai dengan tahun 2035, sekali lagi dengan pertimbangan tidak akan ada pesawat yang setara dengan kelincahan Hercules sampai dengan tahun 2035.

Bagi Indonesia sendiri yang telah menggunakan Hercules lebih dari setengah abad, maka penggunaan C-130 H atau J akan jauh lebih efektif dan efisien. Penggunaan Hercules bagi misi khusus baik di medan tempur maupun operasi kemanusiaan selama ini sudah membuktikan kehandalannya.

Apa yang tengah dihadapi RAF beserta respons yang mencuat adalah sebuah refleksi dari sebuah analogi yang juga tengah dihadapi di Indonesia. Semua pengoperasian dari peralatan yang berteknologi tinggi memang menuntut profesionalitas para pengelolanya yang akan tercermin dalam pola standar SDM yang The Right Man on the Right Place.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Travel Bubble' Indonesia-Singapura, Sandaiga Uno: Tahap Awal 50-100 Wisatawan

"Travel Bubble" Indonesia-Singapura, Sandaiga Uno: Tahap Awal 50-100 Wisatawan

Whats New
Kerap Dipandang Negatif, Apa Itu Outsourcing?

Kerap Dipandang Negatif, Apa Itu Outsourcing?

Work Smart
Ini Tingkat Imbalan Sukuk Negara yang Akan Dilelang Besok

Ini Tingkat Imbalan Sukuk Negara yang Akan Dilelang Besok

Earn Smart
Sri Mulyani: Kenaikan Utang RI Lebih Terukur Dibandingkan Negara Maju

Sri Mulyani: Kenaikan Utang RI Lebih Terukur Dibandingkan Negara Maju

Whats New
Produk Baja RI Bebas Bea Masuk Anti Dumping ke India

Produk Baja RI Bebas Bea Masuk Anti Dumping ke India

Whats New
Erick Thohir: Proyek DME Bakal Pangkas Impor LPG 1 Juta Ton per Tahun

Erick Thohir: Proyek DME Bakal Pangkas Impor LPG 1 Juta Ton per Tahun

Whats New
Erick Thohir: Gasifikasi Batu Bara Beri Nilai Tambah untuk Perekonomian Nasional

Erick Thohir: Gasifikasi Batu Bara Beri Nilai Tambah untuk Perekonomian Nasional

Whats New
Terus Merosot, Harga Bitcoin Sudah Turun Hampir 50 Persen dari Level Tertinggi

Terus Merosot, Harga Bitcoin Sudah Turun Hampir 50 Persen dari Level Tertinggi

Earn Smart
Kasus Omicron Meningkat, Pembelajaran Tatap Muka Tetap Dilaksanakan

Kasus Omicron Meningkat, Pembelajaran Tatap Muka Tetap Dilaksanakan

Whats New
Menteri Teten: Kacang Koro Pedang Jadi Alternatif Atasi Ketergantungan Impor Kedelai

Menteri Teten: Kacang Koro Pedang Jadi Alternatif Atasi Ketergantungan Impor Kedelai

Whats New
Rencana Buyback Saham BRI Diyakini Tidak Pengaruhi Kondisi Keuangan Perseroan

Rencana Buyback Saham BRI Diyakini Tidak Pengaruhi Kondisi Keuangan Perseroan

Whats New
KPPU Sarankan Pemerintah Cabut Regulasi yang Menghambat Industri Minyak Goreng

KPPU Sarankan Pemerintah Cabut Regulasi yang Menghambat Industri Minyak Goreng

Whats New
Sri Mulyani: Enggak Mungkin Saya Sembunyikan Utang...

Sri Mulyani: Enggak Mungkin Saya Sembunyikan Utang...

Whats New
Perpres Kewirausahaan Terbit, Wirausaha Bakal Dapat Banyak Kemudahan dan Insentif

Perpres Kewirausahaan Terbit, Wirausaha Bakal Dapat Banyak Kemudahan dan Insentif

Whats New
Bandara Halim Akan Tutup Sementara, Penerbangan Lion Air Group Dipindah ke Bandara Soetta

Bandara Halim Akan Tutup Sementara, Penerbangan Lion Air Group Dipindah ke Bandara Soetta

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.