Penurunan Harga Aset Kripto Dinilai Masih Wajar

Kompas.com - 06/12/2021, 17:40 WIB
Ilustrasi aneka uang kripto (cryptocurrency). Ilustrasi Bitcoin. Hukum uang kripto SHUTTERSTOCK/CHINNAPONGIlustrasi aneka uang kripto (cryptocurrency). Ilustrasi Bitcoin. Hukum uang kripto

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasar aset kripto dalam beberapa hari terakhir tengah berada dalam tren penurunan. Bahkan, harga sejumlah aset kripto telah terkoreksi hingga lebih dari 20 persen.

CEO Indodax Oscar Darmawan menilai, koreksi harga yang terjadi selama beberapa hari terakhir merupakan suatu hal yang wajar terjadi.

Sebagaimana diketahui, kripto merupakan aset yang memiliki pergerakan harga relatif lebih cepat dibanding aset lainnya.

Baca juga: Aset Kripto Made in Indonesia Makin Banyak, Bagaimana Prospeknya?

"Penurunan harga kripto merupakan hal yang sangat biasa di dunia investasi aset kripto dan saya berharap para investor khususnya investor pemula tidak perlu terlalu khawatir karena koreksi nya pun masih di bawah 50 persen," kata Oscar dalam keterangannya, Senin (6/12/2021).

Menurut Oscar, penurunan harga justru menjadi momentum yang baik bagi para investor. Pasalnya, dengan tren penurunan yang tengah terjadi, potensi penguatan harga menjadi semakin tinggi.

"Saya pribadi masih optimis bahwa aset kripto merupakan investasi yang baik ketika krisis terjadi karena tidak dipengaruhi oleh pelemahan ekonomi dan kebijakan pemerintahan suatu negara," ujar dia.

Oscar menjelaskan, pelemahan aset kripto yang terjadi beberapa hari terakhir tidak terlepas dari sentimen munculnya varian baru Covid-19, Omicron.

Kekhawatiran terhadap varian tersebut membuat investor membutuhkan uang tunai, sehingga terjadi aksi jual.

Baca juga: Simak Daftar Pedagang Aset Kripto yang Terdaftar di Bappebti

"Para investor yang bertransaksi di aset kripto membutuhkan uang tunai dengan cepat karena kondisi ekonomi global yang terus memburuk akibat varian Omicron ini yang nantinya kondisi akan membaik setelah terjadi masa koreksi ini," tutur Oscar.

Selama setahun terakhir, Ia menambah, aset kripto telah bergerak fluktuatif. Sejumlah sentimen, seperti kasus Evergrande hingga larangan di China sempat membuat harga aset kripto anjlok.

Namun, seiring berjalannya waktu dan dukungan sejumlah sentimen positif, harga aset kripto terus alami perbaikan. Bahkan, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, bitcoin, sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang sejarah, yakni di kisaran Rp 968 juta per keping.

"Jadi bisa kita simpulkan bahwa bitcoin adalah investasi yang masih bagus meskipun pasar sedang merah dan bisa dijadikan nilai lindung terhadap inflasi," ucap Oscar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.