Layanan 5G Diprediksi Menopang Kinerja Mitratel, Simak Rekomendasi Saham MTEL

Kompas.com - 13/12/2021, 12:24 WIB
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Kinerja PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel dengan kode emiten MTEL diprediksi semakin naik dengan dukungan layanan 5G di masa depan.

Analis pasar modal PT Verdhana Sekuritas Indonesia Nicholas Santoso dan Raymond Kosasih memperkirakan, kinerja MTEL selama periode Januari hingga September 2021 akan bertumbuh sejalan dengan jumlah menara yang dimiliki oleh MTEL yang menjangkau ke seluruh pelosok negeri.

“Pertumbuhan bisnis menara di Indonesia masih menjanjikan dan bahkan tumbuh pesat yang didorong oleh lalu lintas data serta penerapan layanan 5G. Mitratel akan diuntungkan oleh agresifnya pengembangan 5G oleh operator telekomunikasi hingga ke pelosok Indonesia,” kata keduanya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (13/12/2021).

Baca juga: BPJS Kesehatan Bantah Ada Penghapusan Kelas Rawat Inap pada 2022

MTEL sebagai pemain terbesar menara diyakini akan mendapatkan banyak manfaat dari potensi peningkatan peluang pertumbuhan organik yang diprediksi akan menopang pendapatan MTEL selama kuartal III-2021 sekitar Rp 1,8 triliun, naik 20 persen dari periode sama tahun 2020 sebesar Rp 1,5 triliun.

"Kami memperkirakan laba bersih MTEL pada kuartal III-2021 sebesar Rp 299 miliar, naik 4,9 persen, dari periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp 285 miliar," kata Nicholas.

Ia juga memprediksi terjadi peningkatan pada EBITDA yang berpotensi naik 33,8 persen, dari Rp 2,88 triliun per September 2020 menjadi Rp 3,85 triliun per September 2021.

Sementara laba bersih MTEL diestimasikan melonjak 128,1 persen, dari Rp 439 miliar per September 2020 menjadi Rp 1 triliun per September 2021.

Dengan Analisa tersebut, keduanya memprediksi target harga saham MTEL mencapai Rp 1.200 per saham, naik dibanding harga initial public offering (IPO) di level Rp 800 per saham.

Di perdagangan sesi I berdasarkan data RTI, saham MTEL bergerak fluktuatif di kisaran level Rp 785 per saham pada Senin (13/12/2021).

Baca juga: Kemendag Sebut Perizinan Ekspor Impor Semakin Mudah dan Cepat

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.