Anak Usaha Japfa Catat Pertumbuhan Ekspor Produk Perikanan Hingga Rp 524,6 Miliar

Kompas.com - 02/02/2022, 15:16 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com – Anak usaha PT Japfa Comfeed Indonesia (JPFA), PT Suri Tani Pemuka (STP) mencatatkan pertumbuhan ekspor produk perikanan sebesar 30,5 persen atau sebesar Rp 524,6 miliar.

Beberapa produk olahan perikanan seperti tilapia, udang, dan sidat berhasil menembus pasar internasional. Direktur Utama PT Suri Tani Ardi Budiono mengatakan, pertumbuhan ekspor ini ditopang oleh konsistensi STP dalam mempertahankan kualitas produk perikanan.

Selain itu juga, jumlah permintaan yang tidak pernah putus dari Amerika Serikat, Kanada, serta berbagai negara lainnya di Asia dan Eropa, mendorong pertumbuhan ekspor produk perikanan STP.

Baca juga: Minyak Goreng Murah Belum Ditemukan di Pasar Slipi, Pedagang: Di TV Aja Katanya Murah

“Sejalan dengan rencana strategis perusahaan untuk terus memperluas pasar, ekspor ini juga merupakan salah satu bentuk dukungan STP terhadap pemerintah dalam mendongkrak pendapatan negara melalui akselerasi volume ekspor nasional, terutama dalam bidang budidaya perikanan,” kata Ardi dalam siaran pers, Rabu (2/2/2022).

Head of Tilapia Operations & Seafood Further Processed Jenny Budiati, mengutarakan komitmen STP dalam menjaga kualitas mutu produk budidaya perikanan terus dijalankan untuk dapat selalu memenuhi kebutuhan nasional dan internasional.

Disamping itu, perusahaan juga berkomitmen dalam produksi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan dengan didukung oleh pengawasan ketat dalam pemilihan bahan baku. Sehingga, produk perikanan yang dihasilkan berkualitas tinggi yang memberikan manfaat bagi konsumen.

“Karena kualitasnya, salah satu produk budidaya perikanan STP, yakni tilapia yang dibudidaya langsung di Danau Toba telah menjadi salah satu primadona produk perikanan yang sangat diminati di pasar Internasional,” ujar Jenny.

Baca juga: Ditopang Segmen Konsumer, Pembiayaan BSI Capai Rp 171,29 Triliun di 2021

Data Kementerian Kelautan dan Perikanan (2020), Amerika Serikat menempati posisi pertama sebagai negara dengan permintaan ekspor produk perikanan terbesar, salah satunya ikan nila (tilapia).

Kerja sama ekspor tilapia antara STP dengan Amerika Serikat telah terjalin sejak tahun 2014 dan masih terus berlanjut hingga saat ini. Pada ekspor tahun 2021, Amerika Serikat mengambil porsi sebesar 54 persen dari keseluruhan total ekspor produk perikanan.

“Kami akan terus menerapkan standar produksi internasional. Kami juga berkomitmen untuk terus menjalankan budidaya perikanan berkelanjutan, sehingga keberadaan kami dapat bermanfaat seluas-luasnya bagi seluruh pemangku kepentingan,” tegas Ardi.

Baca juga: Sebulan Tax Amnesty Jilid II, Deklarasi Harta Capai Rp 8,9 Triliun

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Syarat dan Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 46

Syarat dan Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 46

Whats New
Kimia Farma dan Bank Mandiri Integrasikan Layanan, Seperti Apa?

Kimia Farma dan Bank Mandiri Integrasikan Layanan, Seperti Apa?

Rilis
Sri Mulyani: Digitalisasi UMKM Dorong Peningkatan Transaksi

Sri Mulyani: Digitalisasi UMKM Dorong Peningkatan Transaksi

Whats New
Per Agustus 2022, Pemerintah Kantongi Rp 126,75 Miliar dari Pajak Kripto

Per Agustus 2022, Pemerintah Kantongi Rp 126,75 Miliar dari Pajak Kripto

Whats New
Ditjen Pajak Evaluasi Insentif PPN Rumah dan PPnBM Kendaraan Bermotor

Ditjen Pajak Evaluasi Insentif PPN Rumah dan PPnBM Kendaraan Bermotor

Whats New
Kartu Prakerja Gelombang 46 Dibuka, Ini Cara Daftarnya

Kartu Prakerja Gelombang 46 Dibuka, Ini Cara Daftarnya

Whats New
Dirjen Pajak Pastikan Data Wajib Pajak Masih Aman dari Serangan Hacker

Dirjen Pajak Pastikan Data Wajib Pajak Masih Aman dari Serangan Hacker

Whats New
Nilai Tukar Rupiah Kembali Ke Level Rp 15.250 Per Dollar AS

Nilai Tukar Rupiah Kembali Ke Level Rp 15.250 Per Dollar AS

Whats New
Optimalisasi Sistem dan Teknologi Jadi Kunci Kesuksesan Digitalisasi Distribusi Pupuk PKT

Optimalisasi Sistem dan Teknologi Jadi Kunci Kesuksesan Digitalisasi Distribusi Pupuk PKT

Whats New
Perpres 112/2022 Dinilai Tak Dukung Transisi dari PLTU Batubara, Mengapa?

Perpres 112/2022 Dinilai Tak Dukung Transisi dari PLTU Batubara, Mengapa?

Whats New
Menkop: Minyak Makan Merah Sudah SNI, Jangan Ada Lagi Keraguan

Menkop: Minyak Makan Merah Sudah SNI, Jangan Ada Lagi Keraguan

Whats New
Ajak Dokter Diaspora Kembali ke Indonesia, Erick Thohir Janjikan KEK Kesehatan Canggih

Ajak Dokter Diaspora Kembali ke Indonesia, Erick Thohir Janjikan KEK Kesehatan Canggih

Whats New
Pemerintah Tambah Kuota Pertalite dan Solar, Bagaimana Kualitasnya?

Pemerintah Tambah Kuota Pertalite dan Solar, Bagaimana Kualitasnya?

Whats New
BLK Komunitas Diminta Dorong Minat Masyarakat dalam Berwirausaha

BLK Komunitas Diminta Dorong Minat Masyarakat dalam Berwirausaha

Rilis
Harga Minyak Mentah ICP September 2022 Turun, Jadi 86,07 Dollar AS Per Barrel

Harga Minyak Mentah ICP September 2022 Turun, Jadi 86,07 Dollar AS Per Barrel

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.