Bareskrim Polri Tangkap Dua Petinggi KSP Indosurya, Ini Aset yang Disita

Kompas.com - 01/03/2022, 18:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Bareskrim Polri menangkap dua petinggi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya Cipta akhir pekan lalu. Hal ini terkait kasus gagal bayar simpanan dan penghimpunan dana ilegal yang terjadi pada KSP Indosurya.

"Beberapa aset sudah kami sita terutama aset bergerak, berupa kendaraan. Sedangkan, untuk aset tidak bergerak seperti porperti sesuai dengan ketentuan kami masih menunggu izin penetapan dari pengadilan setempat," terang Kasubdit TPPU Dittipideksus Bareskrim Kombes Robertus Yohanes De Deo Tresna Eka Trimana, dalam konferensi pers Selasa, (1/3/2022).

Ia menambahkan, pihaknya sedang melakukan koordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk mengurus pengambilan aset tidak bergerak.

Baca juga: Daftar Negara Pengimpor Senjata Militer Terbesar di Dunia

Lebih jauh, Bareskrim bilang telah memblokir beberapa rekening yang terafiliasi dengan KSP Indosurya. Bareskrim juga mengharapkan informasi dari masyarakat mengenai aset Indosurya yang lain.

"Selanjutnya kami akan mengungkapkan sebanyak banyakanya uang lainnya kepada para korban, sesuai ketentuan hukum yang berlaku," terang Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan dalam kesempatan yang sama.

Selanjutnya, Whisnu mengungkapkan pihaknya akan menyelesaikan berkas hasil penyidikan sebelum nantinya diserahkan pada Jaksa Penuntut Umum.

"Kita tidak menghentikan, tetapi kami sedang mengumpulkan berkas dan kelengkapan berita acara. jadi ini sedikit lama karena kami sedang melengkapi berkas setelah dikirim ke Kejaksaan Agung," kata dia.

Baca juga: BRI Rombak Komisaris dan Direksi, Ini Susunannya

Bareskrim mencatat, jumlah nasabah yang bergabung dalam investasi Indosurya ini kurang lebih sekitar 14.500 investor. Sementara, uang yang dikumpulkan ada sekitar Rp 15 triliun.

Sampai saat ini, terdapat 22 laporan polisi baik di Bareskrim, maupun di Polda Metro Jaya. Jumlah kerugian ditaksir sebanyak Rp 500 miliar.

Melalui desk penanganan Indosurya, Bareskrim juga menerima 181 laporan dari 1.262 orang dengan total kerugian kurang lebih Rp 4 triliun.

Baca juga: Apa Kabar Revisi Aturan JHT? Ini Jawaban Kemenaker

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.