Harga Daging Sapi Naik, Pelaku Usaha Usul Pemerintah Impor dari Brasil, Meksiko, India

Kompas.com - 02/03/2022, 14:02 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Eksekutif Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo) Djoni Liano menyarankan ke pemerintah agar sumber impor daging sapi Indonesia jangan hanya berpatokan dan bergantung pada Australia saja melainkan dari beberapa negara lain yang mumpuni seperti Brasil, Meksiko ataupun India.

Hal ini, kata dia, agar bisa meminimalisir adanya kenaikan harga daging sapi yang terjadi belakangan ini.

"Kalau hanya Australia saja yang single supplier kita bakal bergantungan terus sama mereka. Kami dari asosiasi mengusulkan untuk import sapi itu dari Brasil, dari Meksiko ataupun India," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Rabu (2/3/2022).

Baca juga: Badan Pangan Nasional Minta BUMN Percepat Masuknya Pasokan Daging Sapi

Penyebab harga daging sapi meroket

Diketahui harga daging sapi melonjak tembus Rp 140.000 per kilogram padahal harga normalnya hanya Rp 120.000 per kilogram.

Djoni menilai salah satu penyebab mengapa harga daging sapi di Tanah Air melonjak adalah karena semua komoditas pangan di dunia, tak terkecuali daging sapi sedang naik-naiknya. Pun dengan Australia.

Baca juga: Ini Alasan Indonesia Terus Impor Daging Sapi Meski Populasinya Banyak

Belum lagi, dijelaskan dia, pada saat ini tingkat konsumsi masyarakat Australia akan daging sapi sedang tinggi-tingginya.

Sehingga hal inilah yang menyebabkan pemerintah Australia lebih mengutamakan kebutuhan warganya daripada mengimpor ke Indonesia.

"Jadikan karena pandemi orang di sana lebih mengutamakan protein dari daging jadi kebijakan mereka, pengiriman ke Indonesia yang dikurangi daripada kebutuhan untuk masyarakatnya sendiri yang dikurangi," jelas Djoni.

Baca juga: Jokowi Pernah Janji Setop Impor Daging Sapi, Apa Kabarnya Kini?

 

Impor dari Meksiko

Ketua Jaringan Pemotongan dan Pedagang Daging Indonesia (Jappdi) Asnawi mengamininya. Anawi mengatakan, pemerintah harus membuat alternatif pengambilan daging sapi yang bisa dilakukan dari Meksiko.

Meksiko, kata dia, merupakan negara penghasil sapi terbesar di dunia.

"Daging sapi dari Meksiko juga sudah diteliti dan berdasarkan hasilnya, kondisi sapi-sapi di sana dinyatakan lulus syarat untuk diimpor ke kita," ungkapnya.

Belum lagi, kata dia, harga daging sapi di Meksiko jauh lebih murah dibandingkan harga sapi di Australia.

"Ini yang harus kita lakukan agar kejadian seperti ini tidak terulang terus menerus setiap tahun. Kalau kita bergantung pada 1 negara saja, negara tersebut akan bersikap monopoli dan itu menjadi sikap pertimbangan yang paling penting untuk kebijakan pemerintah," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Badai PHK Karyawan Belum Usai, Pengusaha Ungkap Penyebabnya

Badai PHK Karyawan Belum Usai, Pengusaha Ungkap Penyebabnya

Whats New
Hong Kong Tarik Varian Mie Sedaap, Wings Group Indonesia Buka Suara

Hong Kong Tarik Varian Mie Sedaap, Wings Group Indonesia Buka Suara

Whats New
Resesi Global di Depan Mata, Waktunya Kurangi Investasi dan Simpan Uang Tunai?

Resesi Global di Depan Mata, Waktunya Kurangi Investasi dan Simpan Uang Tunai?

Whats New
Resesi Global Mengancam, Sri Mulyani Sebut Ekonomi Indonesia Sudah Pulih

Resesi Global Mengancam, Sri Mulyani Sebut Ekonomi Indonesia Sudah Pulih

Whats New
Dilema Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Stasiunnya Jauh dari Pusat Kota

Dilema Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Stasiunnya Jauh dari Pusat Kota

Whats New
Di Banyak Negara, Kereta Cepat Dibangun untuk Bersaing dengan Pesawat

Di Banyak Negara, Kereta Cepat Dibangun untuk Bersaing dengan Pesawat

Whats New
BUMN ID Food Kembangkan Ekosistem Rantai Pasok Nelayan

BUMN ID Food Kembangkan Ekosistem Rantai Pasok Nelayan

Whats New
Ekonomi Sirkular Berpotensi Sumbang PDB hingga Rp 638 Triliun pada 2030

Ekonomi Sirkular Berpotensi Sumbang PDB hingga Rp 638 Triliun pada 2030

Whats New
Konsep TMII 70 Persen Area Hijau, Kementerian PUPR: Bangunan Tak Diperlukan Kami Bongkar

Konsep TMII 70 Persen Area Hijau, Kementerian PUPR: Bangunan Tak Diperlukan Kami Bongkar

Whats New
Ekonom Ungkap Penyebab Rupiah Melemah ke Rp 15.200 per Dollar AS

Ekonom Ungkap Penyebab Rupiah Melemah ke Rp 15.200 per Dollar AS

Whats New
Program Kompor Listrik Batal, Wamen BUMN: Belum Ada Rencana Melanjutkan

Program Kompor Listrik Batal, Wamen BUMN: Belum Ada Rencana Melanjutkan

Whats New
Info Lengkap Biaya Admin Transfer BCA ke BRI

Info Lengkap Biaya Admin Transfer BCA ke BRI

Whats New
Cara Cetak Kartu ASN Virtual BKN secara Online

Cara Cetak Kartu ASN Virtual BKN secara Online

Whats New
Pimpin Sidang Pertemuan AMM G20, Mentan SYL: Kolaborasi adalah Kunci Atasi Tantangan

Pimpin Sidang Pertemuan AMM G20, Mentan SYL: Kolaborasi adalah Kunci Atasi Tantangan

Rilis
Indodax: Minat Investasi Kripto Tinggi, tapi Literasi Masih Jadi Tantangan

Indodax: Minat Investasi Kripto Tinggi, tapi Literasi Masih Jadi Tantangan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.