Kompas.com - 02/04/2022, 08:21 WIB
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Pasar aset kripto menguat pada Sabtu (2/4/2022) pagi. Melansir Coinmarketcap pagi ini, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar bergerak di zona hijau dalam 24 jam terakhir.

Nilai mata uang kripto paling mengkilap pagi ini adalah Solana (SOL) yang naik 7,8 persen di level 133,8 dollar AS, dilanjutkan oleh Ethereum (ETH) di level 3.440 dollar AS atau naik 4,5 persen. Sementara itu, Binance Exchange juga naik 3,3 persen di level 445,2 dollar AS.

Polkadot (DOT) pagi ini menguat 2,09 persen menjadi 21,9 dollar AS, Cardano (ADA) ke posisi 1,16 dollar AS atau naik 1,2 persen, dan Dogecoin (DOGE) menguat 1,8 persen menjadi 0,14 dollar AS.

Baca juga: Wall Street Ditutup Menguat di Akhir Pekan

Penguatan juga berlanjut pada aset kripto Terra (LUNA) yang naik sebesar 1,31 persen ke posisi 105,2 dollar AS, Bitcoin (BTC) naik 1,09 persen ke level 46.209 dollar AS.

Selain itu, Tether (USDT) naik 0,01 persen di posisi 1 dollar AS, dan USD Coin (USDC) naik 0,03 persen di level 1 dollar AS. Sebagai informasi USDT dan USDC merupakan mata uang kripto golongan stable coin atau jenis mata uang kripto yang dibuat untuk menawarkan harga yang stabil terhadap dollar AS.

Mengutip Coindesk, pada pasar berjangka bitcoin, kenaikan dalam likuidasi singkat terjadi selama 24 jam terakhir karena lonjakan harga aset kripto. Likuidasi terjadi ketika bursa secara paksa menutup posisi leverage trader sebagai mekanisme keamanan karena hilangnya sebagian atau total margin awal trader.

“Namun, rasio volume beli jual sedikit negatif pada hari Jumat, menunjukkan keyakinan yang rendah di antara pedagang kripto meskipun harga BTC naik,” seperti tertulis dalam laporan Coindesk.

Baca juga: Ini Kriteria Penerima BLT Minyak Goreng Rp 300.000

Data Coindesk menunjukkan, volume perdagangan Bitcoin di bursa utama tetap relatif rendah, meskipun aktivitas perdagangan cenderung meningkat sekitar minggu pertama dan terakhir setiap bulan.

Sementara itu, lonjakan volume cukup besar, yang biasanya terjadi selama penurunan harga. Beberapa analis memperhatikan, BTC cenderung menurun sekitar awal bulan sebelum pemulihan terjadi, mirip dengan apa yang terjadi pada bulan Februari dan Maret.

“Rasio put/call bitcoin, menunjukkan sentimen bearish yang lebih sedikit. Rasio juga stabil selama dua minggu terakhir, yang dapat mendahului volatilitas yang lebih tinggi, terutama jika BTC menembus di atas atau di bawah rentang perdagangan jangka pendeknya,” tulis laporan tersebut.

Baca juga: Menperin Sebut Pertemuan TIIWG G20 Torehkan Sejarah Baru

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual mata uang kripto. Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual mata uang kripto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber CoinDesk
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.