Harga Minyak Dunia Anjlok ke Bawah 100 Dollar AS, Ini Sebabnya

Kompas.com - 07/04/2022, 10:44 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com - Harga minyak mentah dunia jatuh pada akhir perdagangan Rabu (7/4/2022) waktu setempat (Kamis pagi WIB) menyusul keputusan negara konsumen besar yang akan melepaskan cadangan minyak guna mengatasi masalah pasokan.

Harga minyak mentah berjangka Brent anjlok 5,22 persen menjadi di level 101,07 dollar AS per barrel, sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 5,6 persen menjadi ke level 96,23 dollar AS per barrel.

Mengutip CNBC, Kamis (7/4/2022),  negara-negara anggota Badan Energi Internasional (IEA) akan melepaskan 120 juta barrel minyak dari cadangan strategis, termasuk 60 juta dari Amerika Serikat.

Baca juga: Kapan Kepastian BLT Minyak Goreng Rp 300.000 Cair?

Komitmen tersebut merupakan bagian dari rencana AS untuk melepaskan satu juta barel per hari selama enam bulan ke depan dengan total kasar 180 juta barel.

Jika ini terealisasi, maka ini menjadi kedua kalinya IEA melepas cadangan di tahun ini, sekaligus secara efektif meningkatkan pasokan di seluruh dunia sekitar 2 juta barel per hari setidaknya selama dua bulan ke depan.

Pasar minyak mentah dunia telah mengalami volatilitas selama berminggu-minggu. Harga melonjak karena kekhawatiran pasokan setelah invasi Rusia ke Ukraina dan sanksi berikutnya yang akan diberikan oleh Amerika Serikat dan sekutunya terhadap Rusia.

Namun, akhir-akhir tren harga mulai menurun menyusul rencana melepas cadangan strategis, serta dipengaruhi ekspektasi bahwa permintaan di China akan turun karena peningkatan kasus Covid-19 yang mendorong lockdown di sejumlah kota, termasuk Shanghai.

Shanghai merupakan kota pusat bisnis dengan sekitar 26 juta penduduk dan menyumbang sekitar 4 persen dari konsumsi minyak China. Adapun China merupakan negara importir minyak mentah terbesar di dunia dan konsumen terbesar ke-2 setelah Amerika Serikat.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Turun karena Kekhawatiran Naiknya Kasus Covid-19

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber CNBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.