BTN Target Salurkan KPR Subsidi untuk 160.000 Rumah Sepanjang 2022

Kompas.com - 15/07/2022, 08:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk membidik dapat menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sebanyak kurang lebih 160.000 rumah.

"Jadi tahun ini subsidi itu full Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) ada 200.000 unit rumah kurang lebih. Nah, BTN akan ambil more or less 160.000 itu adalah yang subsidi," kata Direktur Finance PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Nofry Rony Poetra, Kamis (14/7/2022).

Baca juga: Mau Beli Rumah? Simak Tawaran Bunga KPR dari BCA, BRI, BNI, dan BTN

Ia menambahkan, sampai dengan pertengahan tahun ini BTN telah mencapai hampir dari setengah target tersebut. Adapun, ticket size yang dipatok oleh pemerintah untuk perumahan subsidi sekitar Rp 100 juta sampai Rp 150 juta.

"Sedangkan untuk KPR nonsubsidi ticket size bisa sampai 2 kali lipatnya, sekitar Rp 300 juta sampai Rp 500 juta," kata Nofry. 

Baca juga: Strategi BTN Perluas Pasar KPR di Tengah Booming Harga Komoditas

Selain itu, untuk KPR nonsubsidi, BTN menargetkan dapat menyalurkan pembiayaan sampai 50.000 unit rumah. Sedangkan, saat ini KPR nonsubsidi yang telah disalurkan ada sekitar 20.000 unit rumah.

"Setiap tahun kami dapat menyalurkan 200.000 sampai 250.000 unit rumah," kata Nofry.

Baca juga: Kenaikan Harga Komoditas Bikin Milenial Susah Punya Rumah? Ini Kata BTN

Seperti diberitakan, BTN telah menyalurkan total kredit Rp 277,13 triliun hingga kuartal pertama 2022.

Nilai ini meningkat 6,04 persen secara tahunan dari periode sama tahun lalu senilai Rp 261,34 triliun.

Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo mengatakan, penyaluran kredit perumahan masih mendominasi total kredit BTN pada kuartal I 2022.

Adapun kredit perumahan yang disalurkan Bank BTN hingga akhir Maret 2022 mencapai Rp 248,57 triliun.

Baca juga: Sri Mulyani: Jika Inflasi Tinggi, Masyarakat Semakin Sulit Beli Rumah

Dari jumlah tersebut KPR subsidi pada kuartal I 2022 masih mendominasi dengan nilai sebesar Rp 134,04 triliun atau tumbuh 9,01 persen dibandingkan periode sama tahun lalu senilai Rp 122,96 triliun.

Sedangkan KPR non subsidi tumbuh 5,16 persen menjadi Rp 84,28 triliun pada kuartal I 2022 dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 80,14 triliun.

Sedikit informasi, kriteria umur debitor KPR milenial BTN mulai dari 21 tahun hingga 40 tahun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dituding Kerap Diatur oleh China, Luhut: Enggak Ada Sama Sekali Saya Mau Diatur

Dituding Kerap Diatur oleh China, Luhut: Enggak Ada Sama Sekali Saya Mau Diatur

Whats New
[Kompasianival 2022] Akmal Marhali: Kita Harus Sukseskan Bersama Piala Dunia U-20

[Kompasianival 2022] Akmal Marhali: Kita Harus Sukseskan Bersama Piala Dunia U-20

Rilis
Pencairan Berakhir 20 Desember, Simak Cara Cek Status Penerima BSU Lewat Kantor Pos di Aplikasi Pospay

Pencairan Berakhir 20 Desember, Simak Cara Cek Status Penerima BSU Lewat Kantor Pos di Aplikasi Pospay

Whats New
Buruh: Menko PMK Sebaiknya Tak Berkomentar Soal 'No Work No Pay'

Buruh: Menko PMK Sebaiknya Tak Berkomentar Soal "No Work No Pay"

Whats New
Cara Bayar PDAM lewat M-Banking dan ATM Mandiri

Cara Bayar PDAM lewat M-Banking dan ATM Mandiri

Spend Smart
PMI Manufaktur RI Makin Melambat, Tapi Pemerintah Yakin Permintaan Dalam Negeri Masih Kuat

PMI Manufaktur RI Makin Melambat, Tapi Pemerintah Yakin Permintaan Dalam Negeri Masih Kuat

Whats New
Peringatkan Pejabat yang Perlambat Urus Perizinan, Luhut: Masih Mau Jabatan Kau Lanjut atau Enggak?

Peringatkan Pejabat yang Perlambat Urus Perizinan, Luhut: Masih Mau Jabatan Kau Lanjut atau Enggak?

Whats New
Bangun Pabrik AC, Daikin Gelontorkan Dana Rp 3,3 Triliun

Bangun Pabrik AC, Daikin Gelontorkan Dana Rp 3,3 Triliun

Whats New
Beratnya Bisnis Kereta Cepat, di China Pun Merugi

Beratnya Bisnis Kereta Cepat, di China Pun Merugi

Whats New
Rencana Hapus KA Argo Parahyangan saat Kereta Cepat Beroperasi Masih Dibahas

Rencana Hapus KA Argo Parahyangan saat Kereta Cepat Beroperasi Masih Dibahas

Whats New
Bakal Ada Rupiah Digital, Perbanas: Bank Akan Jadi Distributor

Bakal Ada Rupiah Digital, Perbanas: Bank Akan Jadi Distributor

Whats New
Dilema Pakai Kereta Cepat, Mau ke Bandung, tapi Turun di Padalarang

Dilema Pakai Kereta Cepat, Mau ke Bandung, tapi Turun di Padalarang

Whats New
Cara Cek Tagihan dan Bayar PDAM di Shopee, Bisa Online atau Offline

Cara Cek Tagihan dan Bayar PDAM di Shopee, Bisa Online atau Offline

Spend Smart
Turun Rp 6.000, Simak Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Turun Rp 6.000, Simak Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Spend Smart
Ajinomoto, dari Jualan Micin, Kini Masuk Bisnis Chip Semikonduktor

Ajinomoto, dari Jualan Micin, Kini Masuk Bisnis Chip Semikonduktor

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.