Menteri PUPR: Kami Perlu Belajar dari Korea Selatan Terkait Sistem Teknologi Cerdas di IKN

Kompas.com - 31/07/2022, 14:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Kementerian Agraria, Infrastruktur dan Transportasi Korea Selatan menandatangani perpanjangan Memorandum of Understanding (MoU) Kerja Sama Teknis Pemindahan Ibukota dan Pembangunan IKN Nusantara.

Hal ini menjadi topik utama pembahasan dalam Bilateral Meeting antara Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dengan Wakil Menteri Agraria, Infrastruktur dan Transportasi Korea Selatan Lee Won-Jae di Sejong, Korea.

"Dalam mempersiapkan konstruksi di IKN, kami perlu belajar dari Korea Selatan terkait sistem teknologi cerdas di IKN dan saya berharap dukungan ini dapat terwujud di bawah MoU yang akan ditandatangani saat kunjungan Presiden Joko Widodo ke Korea pada hari Kamis, 28 Juli 2022 kemarin," kata Basuki dalam keterangan tertulis, Sabtu (30/7/2022).

Baca juga: Bangun Jaringan Internet di IKN, Menkominfo Lobi Perusahaan AS

Basuki mengatakan, nota kesepahaman kerja sama teknis pemindahan ibukota dan pembangunan IKN pertama kali ditandatangani pada 25 November 2019 di Busan, Korea Selatan dan akan berakhir pada 25 November 2022 mendatang.

Dengan penandatanganan Protocol to Amend MoU, maka nota kesepahaman tersebut akan berlanjut hingga 2025.

Basuki menjelaskan, bentuk kerja sama yang akan dilakukan di antaranya pertukaran informasi, berbagi pengalaman, pengetahuan dan teknologi, pengiriman tenaga ahli, peningkatan kapasitas, proyek percontohan, dan bentuk kerja sama teknis lainnya.

"Kami sangat berterimakasih atas kerjasama dan dukungan Pemerintah Korea Selatan kepada Indonesia selama ini," ujarnya.

Baca juga: Basuki Kunjungi Kota Sejong, Busan, Songsan, dan Song-Do, Contoh untuk Pengembangan IKN

Basuki juga mengatakan, Pemerintah Korea Selatan memberikan beberapa program dukungan untuk pembangunan IKN, yaitu pengiriman 25 pegawai muda PUPR untuk mengikuti pelatihan, pembangunan sistem penyediaan air bersih untuk IKN dengan kapasitas 300 liter/detik.

Kemudian, feasibility study untuk proyek pendukung Immersed Tunnel di Teluk Balikpapan (Jalan Tol Akses IKN), proyek hibah pipeline dari KOICA, dan proyek Korea City Network (KCN).

Basuki melanjutkan, KCN tahap I telah selesai pada Juni 2021 menghasilkan smart city, smart water management, dan desain konseptual smart transportation.

"Pada tahap II terdapat perencanaan dan konsep perumahan dinas, rencana implementasi smart solution, dan studi kelayakan keuangan. Kami akan mengelaborasi konsep tersebut dengan perencanaan pembangunan perumahan di IKN," ucap dia.

Baca juga: Korsel Bantu 4 Hal di Proyek IKN, dari Pemurnian Air sampai Pembangunan Immerse Tunnel

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.