Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Buruh Ancam Demo jika Pemerintah "Ngotot" Menaikkan Harga BBM

Kompas.com - 23/08/2022, 16:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang juga Ketua Partai Buruh Said Iqbal menegaskan, para buruh menolak kenaikan harga BBM meski baru sekadar wacana.

Menurut dia, buruh akan melakukan aksi unjuk rasa serentak yang berlangsung di 34 provinsi pada awal September tahun ini.

"Aksi demonstrasi akan dilakukan di awal September 2022, melibatkan puluhan ribu buruh turun ke jalan di 34 provinsi, 440 kabupaten/kota," katanya melalui konferensi pers virtual, Selasa (23/8/2022).

Baca juga: Mitigasi Kenaikan Inflasi akibat Harga BBM, BI Naikkan Suku Bunga Acuan Menjadi 3,75 Persen

"Pemogokan umum akan dipersiapkan kalau pemerintah, DPR, dan partai politik yang ada di parlemen memaksakan kehendak menaikkan harga BBM, upah tidak naik, daya beli terpukul, mengabaikan hak-hak rakyat kecil, Omnibus Law tetap dibahas akan dilakukan pemogokan," lanjut Said.

Said bilang, ada beberapa alasan Partai Buruh dan organisasi serikat buruh lainnya menolak kenaikan harga BBM, salah satunya berdampak terhadap daya beli masyarakat yang akan menurun.

"Dari berbagai sumber, kenaikan harga BBM yang direncanakan berkisar Rp 10.000 per liter untuk Pertalite, dari harga sebelumnya Rp 7.650 per liter akan mengakibatkan inflasi tembus sekitar 6,5 persen. Akibatnya apa, daya beli masyarakat terutama rakyat kecil termasuk kaum buruh, petani, nelayan, miskin kota akan terpukul," ucapnya.

Baca juga: Kementerian ESDM: Kenaikan Harga BBM Subsidi Masuk Opsi Pilihan Pemerintah

Alasan berikutnya, gaji para buruh yang tak naik signifikan selama 3 tahun berturut-turut ditambah lagi wacana kenaikan harga BBM juga bakal memengaruhi daya beli.

"Khususnya buruh pabrik yang sudah tiga tahun berturut-turut tidak naik upah minimumnya dan inflasi yang sudah merangkak agak tinggi, daya beli buruh itu sudah turun 30 persen," sambung Said Iqbal.

Said pun menyinggung para legislator yang duduk di Gedung Parlemen bakal tak terpengaruh dengan kenaikan harga BBM karena gaji yang diterima terus naik. Berbeda dengan gaji para buruh.

"Kalau DPR mah gajinya naik terus, rakyat terutama buruh gajinya enggak naik-naik. Kalaupun naik satu persen. Di mana akal sehatnya?" tanyanya.

Diberitakan Kompas.com sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemungkinan akan mengumumkan kenaikan harga BBM pada pekan ini.

Kenaikan harga BBM dilakukan karena beban APBN membengkak lantaran menanggung biaya BBM subsidi yang mencapai Rp 502,4 triliun.

Baca juga: Harga BBM Subsidi Akan Naik, Pengusaha Bus Minta Pemerintah Pertegas Kriteria Penerima Pertalite dan Solar

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nasib Zoom, Dulu Jadi Pelopor 'Meeting Online' Saat Pandemi Covid-19, Kini PHK 1.300 Karyawan...

Nasib Zoom, Dulu Jadi Pelopor "Meeting Online" Saat Pandemi Covid-19, Kini PHK 1.300 Karyawan...

Whats New
Melesat 29,11 Persen, Bank DKI Kantongi Laba Bersih Rp 939,11 Miliar di 2022

Melesat 29,11 Persen, Bank DKI Kantongi Laba Bersih Rp 939,11 Miliar di 2022

Rilis
Aprindo: Tutupnya Gerai Makanan dan Minuman adalah Keniscayaan karena Tidak Adaptif

Aprindo: Tutupnya Gerai Makanan dan Minuman adalah Keniscayaan karena Tidak Adaptif

Whats New
Fluktuatif, IHSG Sesi I Ditutup Naik Tipis

Fluktuatif, IHSG Sesi I Ditutup Naik Tipis

Whats New
Persiapan Ramadhan 2023, Bapanas Minta Bulog dan ID Food Percepat Impor Daging Sapi

Persiapan Ramadhan 2023, Bapanas Minta Bulog dan ID Food Percepat Impor Daging Sapi

Whats New
IBK Indonesia Akan Right Issue Senilai Rp 1,2 Triliun

IBK Indonesia Akan Right Issue Senilai Rp 1,2 Triliun

Whats New
Nasabah Keluhkan Aplikasi M-BCA Error, BCA: Kini Sudah Normal

Nasabah Keluhkan Aplikasi M-BCA Error, BCA: Kini Sudah Normal

Whats New
Aprindo Bantah Gerai Transmart Tutup karena Bangkrut

Aprindo Bantah Gerai Transmart Tutup karena Bangkrut

Whats New
Gelar IPO, Hillcon Kelebihan Permintaan 1,3 Kali

Gelar IPO, Hillcon Kelebihan Permintaan 1,3 Kali

Whats New
Cerita dari Negeri Kaya Sawit, Harga Minyak Goreng yang Terus Digoreng

Cerita dari Negeri Kaya Sawit, Harga Minyak Goreng yang Terus Digoreng

Whats New
Aprindo Bantah Ritel Jadi Penyebab Minyakita Langka

Aprindo Bantah Ritel Jadi Penyebab Minyakita Langka

Whats New
Kreditur Tolak Putusan Perdamaian, Bos Garuda: Kami Belum Menerima Pemberitahuan Resmi dari Pengadilan

Kreditur Tolak Putusan Perdamaian, Bos Garuda: Kami Belum Menerima Pemberitahuan Resmi dari Pengadilan

Whats New
Terbukti Mengemplang Pajak, Perusahaan di Bantul Kena Denda Rp 93,56 Miliar

Terbukti Mengemplang Pajak, Perusahaan di Bantul Kena Denda Rp 93,56 Miliar

Whats New
Dapat Restu Luhut, Tarif Baru Masuk Borobudur Diperkirakan Rp 150.000

Dapat Restu Luhut, Tarif Baru Masuk Borobudur Diperkirakan Rp 150.000

Spend Smart
Masyarakat Menjerit, Pemerintah Putar Otak Atasi Lonjakan Harga dan Stok MinyaKita

Masyarakat Menjerit, Pemerintah Putar Otak Atasi Lonjakan Harga dan Stok MinyaKita

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+